Tafsir Al-Jalalayn
MUKADDIMAH
سُورَة الْفَاتِحَة مَكِّيَّة سَبْع آيَات بِالْبَسْمَلَةِ إنْ كَانَتْ مِنْهَا وَالسَّابِعَة صِرَاط الَّذِينَ إلَى آخِرهَا وَإِنْ لَمْ تَكُنْ مِنْهَا فَالسَّابِعَة غَيْر الْمَغْضُوب إلَى آخِرهَا وَيُقَدَّر فِي أَوَّلهَا قُولُوا لِيَكُونَ مَا قَبْل إيَّاكَ نَعْبُد مُنَاسِبًا لَهُ بِكَوْنِهَا من مقول العباد
Surat Al-Fatihah, makkiyyah, (terdiri dari) tujuh ayat dengan basmalah jika ia termasuk bagian darinya, dan ayat yang ketujuh adalah "Shiraathalladziina" sampai akhir surat. Namun jika basmalah bukan bagian darinya, maka ayat yang ketujuh adalah "Ghayril maghdhuubi" sampai akhir surat. Dan diperkirakan di awal surat ada kata "Katakanlah!" (Quluu) agar kalimat sebelum "Iyyaaka na'budu" sesuai dengannya, karena merupakan ucapan dari para hamba.