Tafsir Al-Jalalayn
﴿إنِّي تَوَكَّلْت عَلَى اللَّه رَبِّي وَرَبّكُمْ مَا مِنْ﴾ زَائِدَة ﴿دَابَّة﴾ نَسَمَة تَدِبّ عَلَى الْأَرْض ﴿إلَّا هُوَ آخِذ بِنَاصِيَتِهَا﴾ أَيْ مَالِكهَا وَقَاهِرهَا فَلَا نَفْع وَلَا ضَرَر إلَّا بِإِذْنِهِ وَخَصَّ الناصبة بِالذِّكْرِ لِأَنَّ مَنْ أَخَذَ بِنَاصِيَتِهِ يَكُون فِي غَايَة الذُّلّ ﴿إنَّ رَبِّي عَلَى صِرَاط مُسْتَقِيم﴾ أَيْ طَرِيق الْحَقّ وَالْعَدْل ٥ -
Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah Tuhanku dan Tuhanmu. Tidak ada [kata 'min' di sini adalah kata tambahan/zaidah] suatu makhluk pun yang bergerak [jiwa yang melangkah di bumi] melainkan Dialah yang memegang ubun-ubunnya [maksudnya: Yang memilikinya dan Yang menguasainya, maka tidak ada manfaat dan tidak ada bahaya melainkan dengan izin-Nya. Disebutkan ubun-ubun secara khusus karena barang siapa yang dipegang ubun-ubunnya, ia berada dalam puncak kehinaan]. Sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus [maksudnya: jalan kebenaran dan keadilan].