﴿فَلَمَّا سَمِعَتْ بِمَكْرِهِنَّ﴾ غِيبَتهنَّ لَهَا ﴿أَرْسَلَتْ إلَيْهِنَّ وأعتدت﴾ أعدت ﴿لهن متكأ﴾ طَعَامًا يُقَطَّع بِالسِّكِّينِ لِلِاتِّكَاءِ عِنْده وَهُوَ الْأُتْرُجّ ﴿وَآتَتْ﴾ أَعْطَتْ ﴿كُلّ وَاحِدَة مِنْهُنَّ سِكِّينًا وَقَالَتْ﴾ لِيُوسُف ﴿اُخْرُجْ عَلَيْهِنَّ فَلَمَّا رَأَيْنَهُ أَكْبَرْنَهُ﴾ أَعْظَمْنَهُ ﴿وَقَطَّعْنَ أَيْدِيَهنَّ﴾ بِالسَّكَاكِينِ وَلَمْ يَشْعُرْنَ بِالْأَلَمِ لِشَغْلِ قَلْبهنَّ بِيُوسُف ﴿وَقُلْنَ حَاشَ لِلَّهِ﴾ تَنْزِيهًا لَهُ ﴿مَا هَذَا﴾ أَيْ يُوسُف ﴿بَشَرًا إنْ﴾ مَا ﴿هَذَا إلَّا مَلَك كَرِيم﴾ لِمَا حَوَاهُ مِنْ الْحُسْن الَّذِي لَا يَكُون عَادَة فِي النَّسَمَة الْبَشَرِيَّة وَفِي الْحَدِيث أَنَّهُ أُعْطِيَ شَطْر الْحُسْن
٣ - ﴿قَالَتْ﴾ امْرَأَة الْعَزِيز لَمَّا رَأَتْ مَا حَلَّ بِهِنَّ ﴿فَذَلِكُنَّ﴾ فَهَذَا هُوَ ﴿الَّذِي لُمْتُنَّنِي فِيهِ﴾ فِي حُبّه بَيَان لِعُذْرِهَا ﴿وَلَقَدْ رَاوَدْته عَنْ نَفْسه فَاسْتَعْصَمَ﴾ امْتَنَعَ ﴿وَلَئِنْ لَمْ يَفْعَل مَا آمُرهُ﴾ بِهِ ﴿لَيُسْجَنَن وَلَيَكُونًا مِنَ الصَّاغِرِينَ﴾ الذَّلِيلِينَ فَقُلْنَ لَهُ أَطِعْ مَوْلَاتك
٣ -
Maka ketika perempuan itu (istri Al-Aziz) mendengar gunjingan mereka [yakni umpatan mereka terhadap dirinya], dia mengundang perempuan-perempuan itu dan menyediakan [menyiapkan] bagi mereka tempat duduk [yaitu makanan yang dipotong dengan pisau sambil bersandar, yakni buah utrujj/jeruk sitrun]. Dan dia memberikan [menyerahkan] kepada setiap orang dari mereka sebuah pisau, lalu berkata [kepada Yusuf], "Keluarlah [tampakkanlah dirimu] kepada mereka!" Maka ketika perempuan-perempuan itu melihatnya, mereka mengagungkannya [merasa takjub padanya] dan mereka melukai tangan mereka sendiri [dengan pisau-pisau tersebut tanpa merasa sakit karena hati mereka disibukkan oleh keindahan Yusuf]. Dan mereka berkata, "Maha Sempurna Allah [yakni mensucikan-Nya], ini [yakni Yusuf] bukanlah manusia. [Tidaklah] ini melainkan malaikat yang mulia," [karena ketampanan yang dimilikinya yang tidak biasa terdapat pada diri manusia, dan dalam hadis disebutkan bahwa beliau diberi separuh dari ketampanan]. Dia berkata [yaitu istri Al-Aziz ketika melihat apa yang menimpa mereka], "Itulah dia [maka inilah dia] yang kamu cela aku karena [menyukai]-nya [sebagai penjelasan atas uzur/alasan dirinya]. Dan sesungguhnya aku telah menggoda dirinya untuk menundukkan dirinya, namun dia menolak [membentengi diri]. Dan sesungguhnya jika dia tidak melakukan apa yang aku perintahkan [kepadanya], niscaya dia akan dipenjarakan dan dia benar-benar akan termasuk golongan orang-orang yang hina [yang rendah]." [Maka perempuan-perempuan itu berkata kepadanya, "Patuhilah nyonyamu!"]