Tafsir Al-Jalalayn
قال تعالى ﴿وَلَمَّا دَخَلُوا مِنْ حَيْثُ أَمَرَهُمْ أَبُوهُمْ﴾ أَيْ مُتَفَرِّقِينَ ﴿مَا كَانَ يُغْنِي عَنْهُمْ مِنْ اللَّه﴾ أَيْ قَضَائِهِ ﴿مِنْ﴾ زَائِدَة ﴿شَيْء إلَّا﴾ لَكِنَّ ﴿حَاجَة فِي نَفْس يَعْقُوب قَضَاهَا﴾ وَهِيَ إرَادَة دَفْع الْعَيْن شَفَقَة ﴿وَإِنَّهُ لَذُو عِلْم لِمَا عَلَّمْنَاهُ﴾ لِتَعْلِيمِنَا إيَّاهُ ﴿وَلَكِنَّ أَكْثَر النَّاس﴾ وَهُمْ الْكُفَّار ﴿لَا يَعْلَمُونَ﴾ إلْهَام اللَّه لِأَصْفِيَائِهِ ٦ -
Allah Ta'ala berfirman: Dan ketika mereka masuk dari arah yang diperintahkan oleh ayah mereka [yaitu secara terpisah-pisah], tidak ada [yang dapat menolak sedikit pun bagi mereka] dari Allah [maksudnya dari ketetapan-Nya, kata 'min' di sini adalah kata tambahan (za'idah)] sesuatu pun [melainkan], hanya sekadar sebuah keinginan pada diri Ya'qub yang telah dilaksanakannya [yaitu keinginan untuk menolak bahaya 'ain (pandangan mata jahat) karena rasa kasih sayang]. Dan sesungguhnya dia mempunyai pengetahuan [karena Kami telah mengajarkan kepadanya], tetapi kebanyakan manusia [yaitu orang-orang kafir] tidak mengetahui [ilham dari Allah kepada hamba-hamba-Nya yang terpilih].