Tafsir Al-Jalalayn
وَنَزَلَ لَمَّا قَالَ لَهُ الْيَهُود إنْ كُنْت نَبِيًّا فَالْحَقْ بِالشَّامِ فَإِنَّهَا أَرْض الْأَنْبِيَاء ﴿وَإِنْ﴾ مُخَفَّفَة ﴿كَادُوا لَيَسْتَفِزُّونَك مِنْ الْأَرْض﴾ أَرْض الْمَدِينَة ﴿ليخرجوك منها وَإِذًا﴾ لَوْ أَخْرَجُوك ﴿لَا يَلْبَثُونَ خِلَافك﴾ فِيهَا ﴿إلَّا قَلِيلًا﴾ ثُمَّ يَهْلِكُونَ ٧ -
Dan turun [ayat ini] ketika kaum Yahudi berkata kepada beliau, "Jika engkau benar seorang nabi, pergilah ke Syam, karena Syam adalah tanah para nabi": [Dan sungguh] —huruf *in* di sini adalah *mukhaffafah*— [hampir saja mereka membuatmu tidak tenteram di negeri ini] yakni negeri Madinah, [agar mereka dapat mengusirmu darinya. Dan jika demikian] yakni seandainya mereka berhasil mengusirmu, [niscaya mereka tidak akan tinggal] di sana [setelah pemergianmu melainkan sebentar saja,] kemudian mereka akan binasa.