Tafsir Al-Jalalayn
﴿فَكُلِي﴾ مِنْ الرُّطَب ﴿وَاشْرَبِي﴾ مِنْ السَّرِيّ ﴿وَقَرِّي عَيْنًا﴾ بِالْوَلَدِ تَمْيِيز مُحَوَّل مِنْ الْفَاعِل أَيْ لِتَقَرّ عَيْنك بِهِ أَيْ تَسْكُن فَلَا تَطْمَح إلَى غَيْره ﴿فَإِمَّا﴾ فِيهِ إدْغَام نُون إنْ الشَّرْطِيَّة فِي مَا الزَّائِدَة ﴿تَرَيِنَّ﴾ حُذِفَتْ مِنْهُ لَام الْفِعْل وَعَيْنه وَأُلْقِيَتْ حَرَكَتهَا عَلَى الرَّاء وَكُسِرَتْ يَاء الضَّمِير لِالْتِقَاءِ السَّاكِنَيْنِ ﴿مِنْ الْبَشَر أَحَدًا﴾ فَيَسْأَلك عَنْ وَلَدك ﴿فَقُولِي إنِّي نَذَرْت لِلرَّحْمَنِ صَوْمًا﴾ أَيْ إمْسَاكًا عَنْ الْكَلَام فِي شَأْنه وَغَيْره مِنْ الْأَنَاسِيّ بِدَلِيلِ ﴿فَلَنْ أُكَلِّم الْيَوْم إنْسِيًّا﴾ أَيْ بَعْد ذَلِكَ ٢ -
﴿Maka makanlah﴾ [dari kurma basah itu], ﴿dan minumlah﴾ [dari anak sungai itu], ﴿dan bersenang-senanglah kamu﴾ [dengan kehadiran anakmu. Lafal *'aynan* bertindak sebagai *tamyiz* yang dipindahkan dari *fa'il*, yakni agar matamu menjadi sejuk/tenang dengannya sehingga tidak melirik kepada selainnya]. ﴿Jika﴾ [padanya terdapat idgham nun *in* syarthiyyah ke dalam *ma* zaidah] ﴿kamu melihat﴾ [dihapus darinya *lam fi'il* dan *'ain-nya*, harakatnya dipindahkan ke huruf ra, dan ya dhamir dikasrahkan karena bertemunya dua huruf mati] ﴿seorang manusia﴾ [lalu dia bertanya kepadamu tentang anakmu], ﴿maka katakanlah, 'Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pengasih'﴾ [maksudnya menahan diri dari berbicara mengenai urusannya dan hal-hal lain dari manusia, dengan dalil:] ﴿'maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusia pun pada hari ini'﴾ [maksudnya setelah itu].