Tafsir Al-Jalalayn
﴿مَا كَانَ لِلَّهِ أَنْ يَتَّخِذ مِنْ وَلَد سُبْحَانه﴾ تَنْزِيهًا لَهُ عَنْ ذَلِكَ ﴿إذَا قَضَى أَمْرًا﴾ أَيْ أَرَادَ أَنْ يُحْدِثهُ ﴿فَإِنَّمَا يَقُول لَهُ كُنْ فَيَكُون﴾ بِالرَّفْعِ بِتَقْدِيرِ هُوَ وَبِالنَّصْبِ بِتَقْدِيرِ أَنْ وَمِنْ ذَلِكَ خَلْق عِيسَى مِنْ غير أب ٣ -
Tidak patut bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia [sebagai penyucian bagi-Nya dari hal tersebut]. Apabila Dia menetapkan sesuatu [yaitu berkehendak untuk mewujudkannya], maka Dia hanya berkata kepadanya, "Jadilah!" Maka jadilah ia [dibaca rafa' dengan memperkirakan kata 'huwa' (ia), dan dibaca nasab dengan memperkirakan kata 'an' (bahwa ia), dan di antara contoh hal tersebut adalah penciptaan Isa tanpa ayah].