﴿تِلْكَ الْجَنَّة الَّتِي نُورِث﴾ نُعْطِي وَنُنْزِل ﴿مِنْ عِبَادنَا مَنْ كَانَ تَقِيًّا﴾ بِطَاعَتِهِ وَنَزَلَ لَمَّا تَأَخَّرَ الْوَحْي أَيَّامًا وَقَالَ النَّبِيّ ﷺ لِجِبْرِيل مَا يَمْنَعك أَنْ تَزُورنَا أَكْثَر مِمَّا تَزُورنَا
٦ - ﴿وَمَا نَتَنَزَّل إلَّا بِأَمْرِ رَبّك لَهُ مَا بَيْن أَيْدِينَا﴾ أَيْ أَمَامنَا مِنْ أُمُور الْآخِرَة ﴿وَمَا خَلْفنَا﴾ مِنْ أُمُور الدُّنْيَا ﴿وَمَا بَيْن ذَلِكَ﴾ أَيْ مَا يَكُون فِي هَذَا الْوَقْت إلَى قِيَام السَّاعَة أَيْ لَهُ عِلْم ذَلِكَ جَمِيعه ﴿وَمَا كَانَ رَبّك نَسِيًّا﴾ بِمَعْنَى نَاسِيًا أَيْ تَارِكًا لَك بِتَأْخِيرِ الْوَحْي عَنْك
٦ -
Itulah surga yang akan Kami wariskan [Kami berikan dan Kami tempatkan di dalamnya] kepada hamba-hamba Kami yang selalu bertakwa [melalui ketaatan-Nya. Dan ayat ini turun ketika wahyu terlambat turun beberapa hari, lalu Nabi ﷺ berkata kepada Jibril, "Apakah yang menghalangimu untuk mengunjungi kami lebih sering daripada yang biasa kamu lakukan?"]. [6] Dan tidaklah kami [malaikat] turun, melainkan dengan perintah Tuhanmu. Milik-Nyalah apa yang ada di hadapan kita [maksudnya di depan kita dari urusan-urusan akhirat], apa yang ada di belakang kita [dari urusan-urusan dunia], dan apa yang ada di antara keduanya [maksudnya apa yang terjadi pada waktu ini sampai hari kiamat, yaitu bahwa milik-Nyalah pengetahuan tentang seluruhnya itu]. Dan tidaklah Tuhanmu itu lupa [maknanya: pelupa, yakni meninggalkanmu dengan menunda diturunkannya wahyu kepadamu].
6 -