﴿والذين آتَيْنَاهُمْ الْكِتَاب﴾ مُبْتَدَأ ﴿يَتْلُونَهُ حَقّ تِلَاوَته﴾ أَيْ يقرؤونه كَمَا أُنْزِلَ وَالْجُمْلَة حَال وَحَقّ نُصِبَ عَلَى الْمَصْدَر وَالْخَبَر ﴿أُولَئِكَ يُؤْمِنُونَ بِهِ﴾ نَزَلَتْ فِي جَمَاعَة قَدِمُوا مِنْ الْحَبَشَة وَأَسْلَمُوا ﴿وَمَنْ يَكْفُر بِهِ﴾ أَيْ بِالْكِتَابِ الْمُؤْتَى بِأَنْ يُحَرِّفهُ ﴿فَأُولَئِكَ هُمْ الْخَاسِرُونَ﴾ لِمَصِيرِهِمْ إلَى النَّار الْمُؤَبَّدَة عَلَيْهِمْ
١٢ -
Orang-orang yang telah Kami berikan Kitab kepadanya [berkedudukan sebagai mubtada' (subjek)], mereka membacanya sebagaimana mestinya [yakni mereka membacanya sebagaimana ia diturunkan. Kalimat ini berkedudukan sebagai hal (keterangan keadaan), dan kata 'haqqa' dinasabkan sebagai masdar. Sedangkan khabar (predikat)-nya adalah]: mereka itulah yang beriman kepadanya [ayat ini turun berkenaan dengan sekelompok orang yang datang dari Habasyah lalu masuk Islam]. Dan barang siapa yang ingkar kepadanya [yakni kepada Kitab yang diberikan itu dengan cara mengubahnya], maka mereka itulah orang-orang yang rugi [karena tempat kembali mereka adalah neraka yang kekal bagi mereka].