Tafsir Al-Jalalayn
هُمُ ﴿الَّذِينَ إذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَة﴾ بَلَاء ﴿قَالُوا إنَّا لِلَّهِ﴾ مَلِكًا وَعَبِيدًا يَفْعَل بِنَا مَا يَشَاء ﴿وَإِنَّا إلَيْهِ رَاجِعُونَ﴾ فِي الْآخِرَة فَيُجَازِينَا وَفِي الْحَدِيث مَنْ اسْتَرْجَعَ عِنْد الْمُصِيبَة أَجَرَهُ اللَّه فِيهَا وَأَخْلَفَ اللَّه عَلَيْهِ خَيْرًا وَفِيهِ أَنَّ مِصْبَاح النَّبِيّ ﷺ طُفِئَ فَاسْتَرْجَعَ فَقَالَتْ عَائِشَة إنَّمَا هَذَا مِصْبَاح فَقَالَ كُلّ مَا أَسَاءَ الْمُؤْمِن فَهُوَ مُصِيبَة رَوَاهُ أَبُو دَاوُد فِي مَرَاسِيله ١٥ -
Yaitu [orang-orang yang apabila ditimpa musibah] cobaan, [mereka mengucapkan, "Inna lillahi"] sesungguhnya kami adalah milik Allah [sebagai milik dan hamba-Nya, Dia berbuat terhadap kami apa saja yang Dia kehendaki], [dan sesungguhnya kami kepada-Nya akan kembali] di akhirat kelak, lalu Dia akan membalas kami. Di dalam hadis disebutkan: "Barang siapa yang mengucapkan kalimat istirja' ketika ditimpa musibah, niscaya Allah akan memberinya pahala dalam musibah itu dan Allah akan memberikan ganti kepadanya dengan yang lebih baik." Dan di dalamnya juga disebutkan bahwa lampu Nabi SAW pernah padam, lalu beliau mengucapkan kalimat istirja'. Aisyah berkata, "Ini hanyalah sebuah lampu." Beliau bersabda, "Setiap hal yang menyusahkan orang mukmin maka itu adalah musibah." Diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam kitab Marasil-nya].