﴿يسألونك عن الخمر والميسر﴾ القمار ما حكمها ﴿قُلْ﴾ لَهُمْ ﴿فِيهِمَا﴾ أَيْ فِي تَعَاطِيهمَا ﴿إثْم كَبِير﴾ عَظِيم وَفِي قِرَاءَة بِالْمُثَلَّثَةِ لِمَا يَحْصُل بِسَبَبِهِمَا مِنْ الْمُخَاصَمَة وَالْمُشَاتَمَة وَقَوْل الْفُحْش ﴿وَمَنَافِع لِلنَّاسِ﴾ بِاللَّذَّةِ وَالْفَرَح فِي الْخَمْر وَإِصَابَة الْمَال بِلَا كَدّ فِي الْمَيْسِر ﴿وَإِثْمهمَا﴾ أَيْ مَا يَنْشَأ عَنْهُمَا مِنْ الْمَفَاسِد ﴿أَكْبَر﴾ أَعْظَم ﴿مِنْ نَفْعهمَا﴾ وَلَمَّا نَزَلَتْ شَرِبَهَا قَوْم وَامْتَنَعَ عَنْهَا آخرون إلى أَنْ حَرَّمَتْهَا آيَة الْمَائِدَة ﴿وَيَسْأَلُونَك مَاذَا يُنْفِقُونَ﴾ أَيْ مَا قَدْره ﴿قُلْ﴾ أَنْفِقُوا ﴿الْعَفْو﴾ أَيْ الْفَاضِل عَنْ الْحَاجَة وَلَا تُنْفِقُوا مَا تَحْتَاجُونَ إلَيْهِ وَتُضَيِّعُوا أَنْفُسكُمْ وَفِي قِرَاءَة بِالرَّفْعِ بِتَقْدِيرِ هُوَ ﴿كَذَلِكَ﴾ أَيْ كَمَا بُيِّنَ لَكُمْ مَا ذكر ﴿يبين الله لكم الآيات لعلكم تتفكرون
٢٢ - ﴿فِي﴾ أَمْر ﴿الدُّنْيَا وَالْآخِرَة﴾ فَتَأْخُذُونَ بِالْأَصْلَحِ لَكُمْ فِيهِمَا ﴿وَيَسْأَلُونَك عَنْ الْيَتَامَى﴾ وَمَا يَلْقَوْنَهُ مِنْ الْحَرَج فِي شَأْنهمْ فَإِنْ وَاكَلُوهُمْ يَأْثَمُوا وَإِنْ عَزَلُوا مَا لَهُمْ مِنْ أَمْوَالهمْ وَصَنَعُوا لَهُمْ طَعَامًا وَحْدهمْ فَحَرَج ﴿قُلْ إصْلَاح لَهُمْ﴾ فِي أموالهم بتنميتها ومداخلتكم ﴿خَيْر﴾ مِنْ تَرْك ذَلِكَ ﴿وَإِنْ تُخَالِطُوهُمْ﴾ أَيْ تَخْلِطُوا نَفَقَتكُمْ بِنَفَقَتِهِمْ ﴿فَإِخْوَانكُمْ﴾ أَيْ فَهُمْ إخْوَانكُمْ فِي الدِّين وَمِنْ شَأْن الْأَخ أَنْ يُخَالِط أَخَاهُ أَيْ فَلَكُمْ ذَلِكَ ﴿وَاَللَّه يَعْلَم الْمُفْسِد﴾ لِأَمْوَالِهِمْ بِمُخَالَطَتِهِ ﴿مِنْ الْمُصْلِح﴾ بِهَا فَيُجَازِي كُلًّا مِنْهُمَا ﴿وَلَوْ شَاءَ اللَّه لَأَعْنَتَكُمْ﴾ لَضَيَّقَ عَلَيْكُمْ بِتَحْرِيمِ الْمُخَالَطَة ﴿إنَّ اللَّه عَزِيز﴾ غَالِب عَلَى أَمْره ﴿حَكِيم﴾
فِي صُنْعه
٢٢ -
Mereka bertanya kepadamu tentang khamr dan judi [perjudian, mengenai apa hukum keduanya]. Katakanlah [kepada mereka], "Pada keduanya [yakni pada perbuatannya] terdapat dosa yang besar [dosa yang agung, dan menurut suatu qiraat dibaca dengan huruf tsa' (katsir/banyak)] karena akibat dari keduanya menimbulkan pertengkaran, caci maki, dan perkataan kotor, dan beberapa manfaat bagi manusia [berupa kenikmatan dan kesenangan pada khamr serta memperoleh harta tanpa bersusah payah pada judi]. Tetapi dosa keduanya [yakni kerusakan yang timbul dari keduanya] lebih besar [lebih agung] daripada manfaatnya." Ketika ayat ini turun, sebagian orang tetap meminumnya dan sebagian lain meninggalkannya hingga akhirnya diharamkan secara mutlak oleh ayat surah Al-Ma'idah. Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan [yakni berapa kadarnya]. Katakanlah, "[Nafkahkanlah] kelebihan dari kebutuhan [yakni apa yang melebihi kebutuhan pokok, dan janganlah kamu menafkahkan apa yang kamu butuhkan sehingga kamu menelantarkan dirimu sendiri; dan dalam suatu qiraat dibaca marfu' dengan takdir kata 'huwa']." Demikianlah [sebagaimana dijelaskan kepada kalian apa yang telah disebutkan itu] Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berpikir. 22 - [Tentang] urusan [dunia dan akhirat], maka hendaknya kalian mengambil hal yang paling maslahat bagi kalian pada keduanya. Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak-anak yatim [serta kesulitan yang mereka hadapi dalam urusan anak-anak yatim; sebab jika mereka makan bersama anak yatim mereka takut berdosa, dan jika mereka memisahkan harta anak yatim dari harta mereka lalu membuatkan makanan tersendiri bagi anak yatim hal itu pun memberatkan]. Katakanlah, "Mengurus urusan mereka secara patut [terhadap harta mereka dengan mengembangkannya dan berbaur dengan mereka] adalah baik [daripada membiarkan hal itu]. Dan jika kamu menggauli mereka [yakni mencampurkan nafkah kalian dengan nafkah mereka], maka mereka adalah saudaramu [yakni mereka adalah saudara-saudara seagama kalian, dan sudah sepatutnya seorang saudara berbaur dengan saudaranya, artinya hal itu diperbolehkan bagi kalian]. Dan Allah mengetahui orang yang membuat kerusakan [terhadap harta anak yatim dengan cara berbaur] dari orang yang berbuat kebaikan [dengannya, lalu Dia akan membalas masing-masing dari keduanya]. Dan jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia menyulitkan kamu [pasti Dia menyempitkan kalian dengan mengharamkan perbauran harta]. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa [lagi Maha Menang atas urusan-Nya] lagi Maha Bijaksana [dalam ciptaan-Nya]."