﴿أو لم﴾ بِوَاوٍ وَتَرْكهَا ﴿يَرَ﴾ يَعْلَم ﴿الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السماوات وَالْأَرْض كَانَتَا رَتْقًا﴾ سَدًّا بِمَعْنَى مَسْدُودَة ﴿فَفَتَقْنَاهُمَا﴾ جَعَلْنَا السَّمَاء سَبْعًا وَالْأَرْض سَبْعًا أَوْ فَتَقَ السَّمَاء أَنْ كَانَتْ لَا تُمْطِر فَأَمْطَرَتْ وَفَتَقَ الْأَرْض أَنْ كَانَتْ لَا تُنْبِت فَأَنْبَتَتْ ﴿وَجَعَلْنَا مِنْ الْمَاء﴾ النَّازِل مِنْ السَّمَاء وَالنَّابِع مِنْ الْأَرْض ﴿كُلّ شَيْء حَيّ﴾ مِنْ نَبَات وَغَيْره أَيْ فَالْمَاء سَبَب لِحَيَاتِهِ ﴿أَفَلَا يُؤْمِنُونَ﴾ بِتَوْحِيدِي
٣ -
Dan apakah tidak [kata 'awalam' dibaca dengan wawu maupun tanpa wawu] mengetahui [orang-orang yang kafir bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu] yakni tertutup rapat [kemudian Kami pisahkan antara keduanya] Kami jadikan langit tujuh lapis dan bumi tujuh lapis, atau Kami belah langit yang tadinya tidak menurunkan hujan sehingga menjadi menurunkan hujan, dan Kami belah bumi yang tadinya tidak menumbuhkan tanaman sehingga menjadi menumbuhkan tanaman, [dan dari air Kami jadikan] yang turun dari langit dan yang memancar dari bumi [segala sesuatu yang hidup] baik tumbuh-tumbuhan maupun selainnya, maksudnya air adalah sebab kehidupannya. [Maka mengapakah mereka tiada juga beriman] pada ketauhidan-Ku?