﴿قَالَ﴾ سَاكِتًا عَنْ فِعْله ﴿بَلْ فَعَلَهُ كَبِيرهمْ هَذَا فَاسْأَلُوهُمْ﴾ عَنْ فَاعِله ﴿إنْ كَانُوا يَنْطِقُونَ﴾ فِيهِ تَقْدِيم جَوَاب الشَّرْط وَفِيمَا قَبْله تَعْرِيض لَهُمْ بِأَنَّ الصَّنَم الْمَعْلُوم عَجْزه عَنْ الْفِعْل لَا يَكُون إلَهًا
٦ -
Dia [Ibrahim] berkata [dengan mendiamkan perbuatannya], "Sebenarnya patung yang besar itulah yang melakukannya, maka tanyakanlah kepada mereka [tentang pelakunya], jika mereka dapat berbicara." [Di dalam ayat ini terdapat pendahuluan jawaban syarat, dan pada kalimat sebelumnya terdapat sindiran bagi mereka bahwa berhala yang telah diketahui ketidakmampuannya untuk berbuat itu tidaklah patut menjadi tuhan]. 6 -