Tafsir Al-Jalalayn
﴿فَفَهَّمْنَاهَا﴾ أَيْ الْحُكُومَة ﴿سُلَيْمَان﴾ وَحُكْمهمَا بِاجْتِهَادٍ وَرَجَعَ دَاوُد إلَى سُلَيْمَان وَقِيلَ بِوَحْيٍ وَالثَّانِي نَاسِخ للأول ﴿وكلا﴾ منهما ﴿آتينا﴾ هـ ﴿حُكْمًا﴾ نُبُوَّة ﴿وَعِلْمًا﴾ بِأُمُورِ الدِّين ﴿وَسَخَّرْنَا مَعَ دَاوُد الْجِبَال يُسَبِّحْنَ وَالطَّيْر﴾ كَذَلِكَ سُخِّرَا لِلتَّسْبِيحِ مَعَهُ لِأَمْرِهِ بِهِ إذَا وَجَدَ فَتْرَة لِيَنْشَط لَهُ ﴿وَكُنَّا فَاعِلِينَ﴾ تَسْخِير تَسْبِيحهمَا مَعَهُ وَإِنْ كَانَ عَجَبًا عِنْدكُمْ أَيْ مُجَاوَبَته لِلسَّيِّدِ دَاوُد ٨ -
Maka Kami memberikan pemahaman tentang hal itu [yaitu keputusan hukum tersebut] kepada Sulaiman [dan keputusan hukum keduanya adalah berdasarkan ijtihad, lalu Daud merujuk kepada pendapat Sulaiman; dan ada yang berpendapat bahwa keputusan itu berdasarkan wahyu, di mana wahyu yang kedua menghapus (menasakh) wahyu yang pertama]. Dan kepada masing-masing [dari keduanya] telah Kami berikan [kepada mereka] hikmah [kenabian] dan ilmu [tentang urusan-urusan agama]. Dan Kami tundukkan bersama Daud gunung-gunung yang bertasbih dan burung-burung [demikian pula keduanya ditundukkan untuk bertasbih bersamanya karena perintahnya untuk bertasbih ketika ia merasa jenuh agar ia menjadi bersemangat kembali]. Dan Kamilah yang melakukannya [yaitu menundukkan tasbih keduanya bersama Daud, meskipun hal itu terasa menakjubkan bagi kalian, yakni sahutan tasbih keduanya kepada Nabi Daud].