Tafsir Al-Jalalayn
وَقَالَ فِي الْمُؤْمِنِينَ ﴿إنَّ اللَّه يُدْخِل الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَات جَنَّات تَجْرِي مِنْ تَحْتهَا الْأَنْهَار يُحَلَّوْنَ فِيهَا مِنْ أَسَاوِر مِنْ ذَهَب وَلُؤْلُؤ﴾ بِالْجَرِّ أَيْ مِنْهُمَا بِأَنْ يُرَصَّع اللُّؤْلُؤ بِالذَّهَبِ وَبِالنَّصْبِ عَطْفًا عَلَى مَحَلّ مِنْ أَسَاوِر ﴿وَلِبَاسهمْ فِيهَا حَرِير﴾ هُوَ الْمُحَرَّم لُبْسه عَلَى الرِّجَال فِي الدُّنْيَا ٢ -
[Dan Dia berfirman mengenai orang-orang mukmin:] Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Di surga itu mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas dan mutiara [dibaca jar "wa lu'lu'in", artinya: dari keduanya, dengan cara mutiara itu ditatahkan pada emas; dan dibaca nasab "wa lu'lu'an" karena diathafkan pada kedudukan lafal "min asawira"], dan pakaian mereka di dalamnya adalah sutra [yang diharamkan memakainya bagi laki-laki di dunia].