Tafsir Al-Jalalayn
﴿أَفَلَمْ يَسِيرُوا﴾ أَيْ كُفَّار مَكَّة ﴿فِي الْأَرْض فَتَكُون لَهُمْ قُلُوب يَعْقِلُونَ بِهَا﴾ مَا نَزَلَ بِالْمُكَذِّبِينَ قَبْلهمْ ﴿أَوْ آذَان يَسْمَعُونَ بِهَا﴾ أَخْبَارهمْ بِالْإِهْلَاكِ وَخَرَاب الدِّيَار فَيَعْتَبِرُوا ﴿فَإِنَّهَا﴾ أَيْ الْقِصَّة ﴿لَا تَعْمَى الْأَبْصَار وَلَكِنْ تَعْمَى الْقُلُوب الَّتِي فِي الصُّدُور﴾ تَأْكِيد ٤ -
Maka apakah mereka tidak berjalan [yakni kaum kafir Mekah] di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami [apa yang telah menimpa orang-orang yang mendustakan sebelum mereka] atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar [berita-berita tentang kehancuran dan kebinasaan rumah-rumah mereka, lalu mereka mengambil pelajaran]? Karena sesungguhnya [hal/kisah ini] bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada [sebagai penegasan].