Tafsir Al-Jalalayn
﴿وَلَا يَزَال الَّذِينَ كَفَرُوا فِي مِرْيَة﴾ شَكّ ﴿مِنْهُ﴾ أَيْ الْقُرْآن بِمَا أَلْقَاهُ الشَّيْطَان عَلَى لِسَان النَّبِيّ ثُمَّ أُبْطِلَ ﴿حَتَّى تَأْتِيَهُمْ السَّاعَة بَغْتَة﴾ أَيْ سَاعَة مَوْتهمْ أَوْ الْقِيَامَة فَجْأَةً ﴿أَوْ يَأْتِيَهُمْ عَذَاب يَوْم عَقِيم﴾ هُوَ يَوْم بَدْر لَا خَيْر فِيهِ لِلْكُفَّارِ كَالرِّيحِ الْعَقِيم الَّتِي لَا تَأْتِي بِخَيْرٍ أَوْ هُوَ يَوْم الْقِيَامَة لَا لَيْل بَعْده ٥ -
Dan orang-orang kafir itu senantiasa berada dalam keraguan [keraguan] tentangnya [yaitu Al-Qur'an disebabkan apa yang dibisikkan setan melalui lisan Nabi kemudian dibatalkan], hingga datang kepada mereka hari kiamat secara mendadak [yaitu waktu kematian mereka atau hari kiamat secara tiba-tiba], atau datang kepada mereka azab hari yang mandul [yaitu hari Perang Badar yang tidak ada kebaikan di dalamnya bagi orang-orang kafir seperti angin yang mandul yang tidak membawa kebaikan, atau ia adalah hari kiamat yang tidak ada malam setelahnya].