﴿أَلَمْ تَرَ﴾ تَعْلَم ﴿أَنَّ اللَّه أَنْزَلَ مِنْ السَّمَاء مَاء﴾ مَطَرًا ﴿فَتُصْبِح الْأَرْض مُخْضَرَّة﴾ بِالنَّبَاتِ وَهَذَا مِنْ أَثَر قُدْرَته ﴿إنَّ اللَّه لَطِيف﴾ بِعِبَادِهِ فِي إخْرَاج النَّبَات بِالْمَاءِ ﴿خَبِير﴾ بِمَا فِي قُلُوبهمْ عِنْد تَأْخِير الْمَطَر
٦ -
Tidakkah kamu melihat [mengetahui] bahwa Allah menurunkan air [hujan] dari langit, lalu jadilah bumi itu hijau [oleh tumbuh-tumbuhan, dan ini merupakan bagian dari bukti kekuasaan-Nya]? Sungguh, Allah Mahalembut [terhadap hamba-hamba-Nya dalam menumbuhkan tanaman dengan air] lagi Mahamengetahui [apa yang ada di dalam hati mereka ketika hujan terlambat turun].