﴿ثَانِيَ عِطْفه﴾ حَال أَيْ لَاوِيَ عُنُقه تَكَبُّرًا عَنْ الْإِيمَان وَالْعِطْف الْجَانِب عَنْ يَمِين أَوْ شِمَال ﴿لِيُضِلّ﴾ بِفَتْحِ الْيَاء وَضَمّهَا ﴿عَنْ سَبِيل اللَّه﴾ أَيْ دِينه ﴿لَهُ فِي الدُّنْيَا خِزْي﴾ عَذَاب فَقُتِلَ يَوْم بَدْر ﴿وَنُذِيقهُ يَوْم الْقِيَامَة عَذَاب الْحَرِيق﴾ أَيْ الْإِحْرَاق بِالنَّارِ وَيُقَال لَهُ
١ -
sambil memalingkan lambungnya [kedudukannya sebagai *hal*, yakni memalingkan lehernya karena sombong dari keimanan; dan *al-'ithf* artinya bagian samping kanan atau kiri] untuk menyesatkan orang [dapat dibaca *liyadhilla* dengan huruf ya dibaca fathah, atau *liyudhilla* dengan dibaca dhammah] dari jalan Allah [yakni agama-Nya]. Ia akan mendapat kehinaan di dunia [siksaan, lalu ia terbunuh pada hari Perang Badar], dan pada hari kiamat Kami akan membuatnya merasakan azab yang membakar [yakni pembakaran dengan api neraka, dan dikatakan kepadanya:].