Tafsir Al-Jalalayn
وَنَزَلَ فِي أَبِي جَهْل وَغَيْره ﴿أَفَمَنْ زُيِّنَ لَهُ سُوء عَمَله﴾ بِالتَّمْوِيهِ ﴿فَرَآهُ حَسَنًا﴾ مِنْ مُبْتَدَأ خَبَره كَمَنْ هَدَاهُ اللَّه لَا دَلَّ عَلَيْهِ ﴿فَإِنَّ اللَّه يُضِلّ مَنْ يَشَاء وَيَهْدِي مَنْ يَشَاء فَلَا تَذْهَب نَفْسك عَلَيْهِمْ﴾ عَلَى الْمُزَيَّن لَهُمْ ﴿حَسَرَات﴾ بِاغْتِمَامِك أَنْ لَا يُؤْمِنُوا ﴿إنَّ اللَّه عَلِيم بِمَا يَصْنَعُونَ﴾ فَيُجَازِيهِمْ عَلَيْهِ
[Ayat ini turun berkenaan dengan Abu Jahal dan lainnya:] Maka apakah orang yang dijadikan menganggap baik perbuatannya yang buruk [dengan bujuk rayu] lalu ia meyakininya sebagai kebaikan [merupakan mubtada, sedangkan khabarnya adalah: "sama dengan orang yang diberi petunjuk oleh Allah?" Jawabannya adalah tidak, dan hal ini ditunjukkan oleh kalimat:] Maka sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki; maka janganlah engkau membiarkan dirimu binasa karena [meratapi] mereka [orang-orang yang dijadikan menganggap baik perbuatannya itu] dengan kesedihan [karena rasa dukamu atas ketidakberimanan mereka]. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat, [lalu Dia akan membalas perbuatan mereka itu].