﴿إنَّا نَحْنُ نُحْيِي الْمَوْتَى﴾ لِلْبَعْثِ ﴿وَنَكْتُب﴾ فِي اللَّوْح الْمَحْفُوظ ﴿مَا قَدَّمُوا﴾ فِي حَيَاتهمْ مِنْ خَيْر وَشَرّ لِيُجَازُوا عَلَيْهِ ﴿وَآثَارهمْ﴾ مَا اسْتَنَّ بِهِ بَعْدهمْ ﴿وَكُلّ شَيْء﴾ نَصَبَهُ بِفِعْلٍ يُفَسِّرهُ ﴿أَحْصَيْنَاهُ﴾ ضَبَطْنَاهُ ﴿فِي إمَام مُبِين﴾ كِتَاب بَيِّن هُوَ اللَّوْح الْمَحْفُوظ
Sungguh, Kamilah yang menghidupkan orang-orang mati [untuk dibangkitkan] dan Kami mencatat [di Lauhulmahfuz] apa yang telah mereka kerjakan [dalam kehidupan mereka berupa kebaikan dan keburukan agar mereka dibalas atasnya] dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan [berupa amalan yang dicontoh oleh orang setelah mereka]. Dan segala sesuatu [kata 'kulla syai-in' dinasabkan oleh kata kerja yang dijelaskan setelahnya] Kami kumpulkan [Kami catat secara cermat] dalam kitab induk yang nyata [kitab yang jelas, yaitu Lauhulmahfuz].