Tafsir Al-Jalalayn
﴿قَالَ لَقَدْ ظَلَمَك بِسُؤَالِ نَعْجَتك﴾ لِيَضُمّهَا ﴿إلَى نِعَاجه وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ الْخُلَطَاء﴾ الشُّرَكَاء ﴿لِيَبْغِيَ بَعْضهمْ عَلَى بَعْض إلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَات وَقَلِيل مَا هُمْ﴾ مَا لِتَأْكِيدِ الْقِلَّة فَقَالَ الْمَلَكَانِ صَاعِدَيْنِ فِي صُورَتَيْهِمَا إلَى السَّمَاء قضى الرجل على نفسه فتنبه داود قال تعالى ﴿وَظَنَّ﴾ أَيْ أَيْقَنَ ﴿دَاوُد أَنَّمَا فَتَنَّاهُ﴾ أَوْقَعْنَاهُ فِي فِتْنَة أَيْ بَلِيَّة بِمَحَبَّتِهِ تِلْكَ الْمَرْأَة ﴿فاستغفر ربه وخر راكعا﴾ أي ساجدا ﴿وأناب﴾ ٢ -
Dia [Daud] berkata, "Sungguh, dia telah berbuat zalim kepadamu dengan meminta kambingmu itu [untuk digabungkan] kepada kambing-kambingnya. Dan sungguh, kebanyakan dari orang-orang yang berserikat [para mitra] itu benar-benar berbuat zalim kepada yang lain, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan; dan amat sedikitlah mereka." [Huruf *maa* di sini untuk menegaskan sedikitnya jumlah mereka. Lalu kedua malaikat itu naik kembali ke langit dalam wujud asli mereka seraya berkata, "Pria ini telah memutuskan hukum atas dirinya sendiri," maka tersadarlah Nabi Daud. Allah Ta'ala berfirman:] Dan Daud menduga [maksudnya: meyakini] bahwa Kami mengujinya [maksudnya: Kami menjatuhkannya ke dalam cobaan akibat kecintaannya pada wanita tersebut], maka dia memohon ampunan kepada Tuhannya lalu menyungkur ruku' [maksudnya: sujud] dan bertobat.