Tafsir Al-Jalalayn
﴿كَمْ﴾ أَيْ كَثِيرًا ﴿أَهْلَكْنَا مِنْ قَبْلهمْ مِنْ قَرْن﴾ أَيْ أُمَّة مِنْ الْأُمَم الْمَاضِيَة ﴿فَنَادَوْا﴾ حِين نُزُول الْعَذَاب بِهِمْ ﴿وَلَاتَ حِين مَنَاص﴾ أَيْ لَيْسَ الْحِين حِين فِرَار وَالتَّاء زَائِدَة وَالْجُمْلَة حَال مِنْ فَاعِل نَادَوْا أَيْ اسْتَغَاثُوا وَالْحَال أَنْ لَا مَهْرَب وَلَا مَنْجَى وَمَا اعْتَبَرَ بِهِمْ كُفَّار مَكَّة
﴿Berapa banyak﴾ [yakni betapa banyaknya] ﴿umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan﴾ [yakni kaum dari umat-umat terdahulu,] ﴿lalu mereka meminta tolong﴾ [ketika azab turun menimpa mereka,] ﴿padahal tidak ada lagi waktu untuk melepaskan diri﴾ [maknanya: bukanlah waktunya saat itu untuk lari menyelamatkan diri; huruf tā' di sini adalah tambahan (zā'idah), dan kalimat ini menjadi ḥāl dari pelaku 'nādaw', artinya mereka meminta tolong padahal keadaannya tidak ada tempat lari maupun tempat selamat, namun orang-orang kafir Makkah tidak mau mengambil pelajaran dari mereka].