Tafsir Al-Jalalayn
﴿وَلَقَدْ فَتَنَّا سُلَيْمَان﴾ ابْتَلَيْنَاهُ بِسَلْبِ مُلْكه وَذَلِكَ لِتَزَوُّجِهِ بِامْرَأَةٍ هَوَاهَا وَكَانَتْ تَعْبُد الصَّنَم فِي دَاره مِنْ غَيْر عِلْمه وَكَانَ مُلْكه فِي خَاتَمه فَنَزَعَهُ مَرَّة عِنْد إرَادَة الْخَلَاء وَوَضَعَهُ عِنْد امْرَأَته الْمُسَمَّاة بِالْأَمِينَةِ عَلَى عَادَته فَجَاءَهَا جِنِّيّ فِي صُورَة سُلَيْمَان فَأَخَذَهُ مِنْهَا ﴿وَأَلْقَيْنَا عَلَى كُرْسِيّه جَسَدًا﴾ هُوَ ذَلِكَ الْجِنِّيّ وَهُوَ صَخْر أَوْ غَيْره جَلَسَ عَلَى كُرْسِيّ سُلَيْمَان وَعَكَفَتْ عَلَيْهِ الطَّيْر وَغَيْرهَا فَخَرَجَ سُلَيْمَان فِي غَيْر هَيْئَته فَرَآهُ عَلَى كُرْسِيّه وَقَالَ لِلنَّاسِ أَنَا سُلَيْمَان فَأَنْكَرُوهُ ﴿ثُمَّ أَنَابَ﴾ رَجَعَ سُلَيْمَان إلَى مُلْكه بَعْد أَيَّام بِأَنْ وَصَلَ إلَى الْخَاتَم فَلَبِسَهُ وَجَلَسَ عَلَى كُرْسِيّه ٣ -
["Dan sungguh, Kami telah menguji Sulaiman"] [Kami mengujinya dengan mencabut kekuasaannya. Hal itu terjadi karena beliau menikahi seorang wanita yang beliau cintai, dan wanita tersebut menyembah berhala di rumah beliau tanpa sepengetahuannya. Kekuasaan beliau terletak pada cincinnya, maka suatu hari beliau melepasnya ketika hendak buang hajat dan menitipkannya kepada istrinya yang bernama Al-Aminah sebagaimana kebiasaannya. Lalu datanglah seekor jin menyerupai wujud Sulaiman dan mengambil cincin itu darinya,] ["dan Kami letakkan di atas kursinya sebuah jasad,"] [yaitu jin tersebut, yakni Shakhr atau selainnya, ia duduk di atas kursi Sulaiman lalu burung-burung dan lainnya mengelilinginya. Sulaiman pun keluar dalam wujud yang bukan seperti biasanya, beliau melihat jin itu di atas kursinya lalu berkata kepada orang-orang: 'Aku adalah Sulaiman', namun mereka mengingkarinya,] ["kemudian dia bertobat"] [Sulaiman kembali kepada kekuasaannya setelah beberapa hari dengan mendapatkan kembali cincin tersebut, lalu mengenaikannya dan duduk di atas kursinya.]