Tafsir Al-Jalalayn
وَنَزَلَ لَمَّا اخْتَصَمَ يَهُودِيّ وَمُنَافِق فَدَعَا الْمُنَافِق إلَى كَعْب بْن الْأَشْرَف لِيَحْكُم بَيْنهمَا وَدَعَا الْيَهُودِيّ إلَى النَّبِيّ ﷺ فأتياه فضى لِلْيَهُودِيِّ فَلَمْ يَرْضَ الْمُنَافِق وَأَتَيَا عُمَر فَذَكَر اليهودي ذلك فقال للمنافق كذلك قَالَ نَعَمْ فَقَتَلَهُ ﴿أَلَمْ تَرَ إلَى الَّذِينَ يَزْعُمُونَ أَنَّهُمْ آمَنُوا بِمَا أُنْزِلَ إلَيْك وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلك يُرِيدُونَ أَنْ يَتَحَاكَمُوا إلَى الطَّاغُوت﴾ الْكَثِير الطُّغْيَان وَهُوَ كَعْب بْن الْأَشْرَف ﴿وَقَدْ أُمِرُوا أَنْ يَكْفُرُوا بِهِ﴾ وَلَا يُوَالُوهُ ﴿وَيُرِيد الشَّيْطَان أَنْ يُضِلّهُمْ ضَلَالًا بَعِيدًا﴾ عَنْ الحق ٦ -
[Ayat ini turun ketika seorang Yahudi dan seorang munafik berselisih. Orang munafik mengajak untuk berhakim kepada Ka'b bin al-Asyraf agar memutuskan perkara di antara mereka, sedangkan orang Yahudi mengajak berhakim kepada Nabi ﷺ. Lalu keduanya mendatangi beliau, dan beliau memutuskan perkara untuk kemenangan orang Yahudi. Namun orang munafik itu tidak reda, lalu keduanya mendatangi Umar. Orang Yahudi menceritakan hal tersebut, maka Umar bertanya kepada orang munafik, "Apakah benar demikian?" Ia menjawab, "Ya," lalu Umar membunuhnya.] Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang yang mengaku bahwa mereka telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum engkau? Mereka hendak berhakim kepada Thagut [orang yang sangat melampaui batas, yaitu Ka'b bin al-Asyraf], padahal mereka telah diperintahkan untuk mengingkari thagut itu [dan tidak menjadikannya pelindung/pemimpin]. Dan setan bermaksud menyesatkan mereka dengan kesesatan yang sejauh-jauhnya [dari kebenaran].