Tafsir Al-Jalalayn
﴿إنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَصَدُّوا عَنْ سَبِيل اللَّه﴾ طَرِيق الْحَقّ ﴿وَشَاقُّوا الرَّسُول﴾ خَالَفُوهُ ﴿مِنْ بَعْد مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ الْهُدَى﴾ هُوَ مَعْنَى سَبِيل اللَّه ﴿لَنْ يَضُرُّوا اللَّه شَيْئًا وَسَيُحْبِطُ أَعْمَالهمْ﴾ يُبْطِلهَا مِنْ صَدَقَة وَنَحْوهَا فَلَا يَرَوْنَ لَهَا فِي الْآخِرَة ثَوَابًا نَزَلَتْ فِي الْمُطْعِمِينَ مِنْ أَصْحَاب بَدْر أَوْ فِي قُرَيْظَة وَالنَّضِير ٣ -
Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalang-halangi [manusia] dari jalan Allah [jalan kebenaran] serta memusuhi [menyelisihi] Rasul setelah jelas bagi mereka petunjuk [yaitu makna dari jalan Allah], mereka tidak akan dapat memberi mudarat kepada Allah sedikit pun. Dan Allah akan menghapuskan [membatalkan] amal-amal mereka [seperti sedekah dan sejenisnya, sehingga mereka tidak melihat pahala baginya di akhirat. Ayat ini turun berkenaan dengan orang-orang yang memberi makan pasukan kafir pada Perang Badar, atau berkenaan dengan Bani Quraizhah dan Bani Nadhir].