Tafsir Al-Jalalayn
﴿فَإِذَا لَقِيتُمْ الَّذِينَ كَفَرُوا فَضَرْب الرِّقَاب﴾ مَصْدَر بَدَل مِنْ اللَّفْظ بِفِعْلِهِ أَيْ فَاضْرِبُوا رِقَابهمْ أَيْ اُقْتُلُوهُمْ وَعَبَّرَ بِضَرْبِ الرِّقَاب لِأَنَّ الْغَالِب فِي الْقَتْل أَنْ يَكُون بِضَرْبِ الرَّقَبَة ﴿حَتَّى إذَا أَثْخَنْتُمُوهُمْ﴾ أَكْثَرْتُمْ فِيهِمْ الْقَتْل ﴿فَشُدُّوا﴾ فَأَمْسِكُوا عَنْهُمْ وَأْسِرُوهُمْ وَشُدُّوا ﴿الْوَثَاق﴾ مَا يُوثَق بِهِ الْأَسْرَى ﴿فَإِمَّا مَنًّا بَعْد﴾ مَصْدَر بَدَل مِنْ اللَّفْظ بِفِعْلِهِ أَيْ تَمُنُّونَ عَلَيْهِمْ بِإِطْلَاقِهِمْ مِنْ غَيْر شَيْء ﴿وَإِمَّا فِدَاء﴾ تُفَادُونَهُمْ بِمَالٍ أَوْ أَسْرَى مُسْلِمِينَ ﴿حَتَّى تَضَع الْحَرْب﴾ أَيْ أَهْلهَا ﴿أَوْزَارهَا﴾ أَثْقَالهَا مِنْ السِّلَاح وَغَيْره بِأَنْ يُسْلِم الْكُفَّار أَوْ يَدْخُلُوا فِي الْعَهْد وَهَذِهِ غَايَة لِلْقَتْلِ وَالْأَسْر ﴿ذَلِكَ﴾ خَبَر مُبْتَدَأ مُقَدَّر أَيْ الْأَمْر فِيهِمْ مَا ذُكِرَ ﴿وَلَوْ يَشَاء اللَّه لَانْتَصَرَ مِنْهُمْ﴾ بِغَيْرِ قِتَال ﴿وَلَكِنْ﴾ أَمَرَكُمْ بِهِ ﴿ليبلوا بَعْضكُمْ بِبَعْضٍ﴾ مِنْهُمْ فِي الْقِتَال فَيَصِير مَنْ قُتِلَ مِنْكُمْ إلَى الْجَنَّة وَمِنْهُمْ إلَى النَّار ﴿وَاَلَّذِينَ قُتِلُوا﴾ وَفِي قِرَاءَة قَاتَلُوا الْآيَة نَزَلَتْ يَوْم أُحُد وَقَدْ فَشَا فِي الْمُسْلِمِينَ الْقَتْل وَالْجِرَاحَات ﴿فِي سَبِيل اللَّه فَلَنْ يُضِلّ﴾ يُحْبِط ﴿أعمالهم﴾
Maka Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir [di medan perang] maka pemenggalan leherlah yang terjadi [lafazh 'dharbar-riqaab' merupakan masdar pengganti dari pelafazan dengan fi'ilnya, yaitu: maka pemenggallah leher-leher mereka, maksudnya bunuhlah mereka. Diungkapkan dengan 'pemenggalan leher' karena kebiasaan dalam membunuh adalah dengan memenggal leher], sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka [yakni kamu telah memperbanyak pembunuhan di antara mereka], maka kuatkanlah [tahanlah diri kalian dari membunuh mereka lalu tawanlah mereka dan perbuatlah dengan kuat] ikatan [tali pengikat tawanan]. Selanjutnya kamu boleh membebaskan mereka [sebagai masdar pengganti dari pelafazan dengan fi'ilnya, yaitu: kalian memberikan karunia kepada mereka dengan membebaskan mereka tanpa imbalan apa pun] atau menerima tebusan [kalian menebus mereka dengan harta atau dengan tawanan dari kalangan kaum muslimin], sampai perang [yakni para pelaku perang] meletakkan beban-bebannya [yaitu beban-beban berat senjata dan lain-lainnya, dengan cara orang-orang kafir masuk Islam atau masuk ke dalam perjanjian damai. Ini merupakan batas akhir dari pembunuhan dan penawanan]. Demikianlah [lafazh 'dzaalika' menjadi khabar dari mubtada yang diperkirakan, yakni: perintah tentang perkara mereka adalah apa yang telah disebutkan]. Apabila Allah menghendaki niscaya Allah membinasakan mereka [tanpa peperangan], tetapi [Dia memerintahkan kalian berperang] untuk menguji sebagian kamu dengan sebagian yang lain [dari mereka dalam peperangan, maka orang yang gugur di antara kalian akan masuk surga, sedangkan orang yang terbunuh di antara mereka akan masuk neraka]. Dan orang-orang yang gugur [dalam satu qiraat dibaca 'qaataluu' (berperang). Ayat ini turun pada hari Perang Uhud ketika pembunuhan dan luka-luka telah merebak di kalangan kaum muslimin] di jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan [yakni tidak akan menggugurkan/menghapuskan] amal-amal mereka.