Tafsir Al-Jalalayn
﴿قُلْ هَلْ أُنَبِّئكُمْ﴾ أُخْبِركُمْ ﴿بِشَرٍّ مِنْ﴾ أَهْل ﴿ذَلِكَ﴾ الَّذِي تَنْقِمُونَهُ ﴿مَثُوبَة﴾ ثَوَابًا بِمَعْنَى جَزَاء ﴿عِنْد اللَّه﴾ هُوَ ﴿مَنْ لَعَنَهُ اللَّه﴾ أَبْعَده عَنْ رَحْمَته ﴿وَغَضِبَ عَلَيْهِ وَجَعَلَ مِنْهُمْ الْقِرَدَة وَالْخَنَازِير﴾ بِالْمَسْخِ ﴿وَ﴾ مَنْ ﴿عَبَدَ الطَّاغُوت﴾ الشَّيْطَان بِطَاعَتِهِ وَرُوعِيَ فِي مِنْهُمْ مَعْنَى مِنْ وَفِيمَا قَبْله لَفْظهَا وَهُمْ الْيَهُود وَفِي قِرَاءَة بِضَمِّ بَاء عَبَدَ وَإِضَافَته إلَى مَا بَعْد اسْم جَمْع لعَبَدَ وَنَصْبه بِالْعَطْفِ عَلَى الْقِرَدَة ﴿أُولَئِكَ شَرّ مَكَانًا﴾ تَمْيِيز لِأَنَّ مَأْوَاهُمْ النَّار ﴿وَأَضَلّ عَنْ سَوَاء السَّبِيل﴾ طَرِيق الْحَقّ وَأَصْل السَّوَاء الْوَسَط وَذَكَرَ شَرّ وَأَضَلّ فِي مُقَابَلَة قَوْلهمْ لَا نَعْلَم دِينًا شَرًّا مِنْ دِينكُمْ ٦ -
﴿Katakanlah, "Apakah akan aku beritakan kepadamu﴾ [aku kabarkan kepadamu] ﴿tentang yang lebih buruk dari﴾ [pemilik] ﴿hal itu﴾ [yaitu apa yang kamu dengki/cela itu] ﴿ganjarannya﴾ [pahalanya, dengan makna balasan] ﴿di sisi Allah?"﴾ Yaitu ﴿orang yang dilaknat oleh Allah﴾ [dijauhkan-Nya dari rahmat-Nya] ﴿dan dimurkai-Nya, di antara mereka ada yang dijadikan kera dan babi﴾ [dengan jalan diubah wujudnya], ﴿dan﴾ [orang yang] ﴿menyembah Thagut?"﴾ [yaitu setan dengan mentaatinya. Dan diperhatikan pada kata 'minhum' makna kata 'man' dan pada kata sebelumnya lafaznya, dan mereka itu adalah kaum Yahudi. Dan dalam satu qiraat dibaca dengan dhammad pada ba 'abuda' dan idhafahnya kepada kata setelahnya sebagai isim jamak untuk 'aabid (hamba) dan dibaca nashab karena di'athafkan kepada 'al-qiradah']. ﴿Mereka itu adalah lebih buruk tempatnya﴾ [sebagai tamyiz, karena tempat tinggal mereka adalah neraka] ﴿dan lebih tersesat dari jalan yang lurus﴾ [jalan kebenaran; dan asal kata 'as-sawaa' adalah pertengahan. Penyebutan kata 'syarr' (lebih buruk) dan 'adhall' (lebih tersesat) adalah sebagai sanggahan terhadap ucapan mereka: "Kami tidak mengetahui ada agama yang lebih buruk daripada agama kalian"].