Tafsir Al-Jalalayn
﴿لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إنَّ اللَّه هُوَ المسيح بن مَرْيَم﴾ سَبَقَ مِثْله ﴿وَقَالَ﴾ لَهُمْ ﴿الْمَسِيح يَا بَنِي إسْرَائِيل اُعْبُدُوا اللَّه رَبِّي وَرَبّكُمْ﴾ فَإِنِّي عبد ولست بإله ﴿إن مَنْ يُشْرِك بِاَللَّهِ﴾ فِي الْعِبَادَة غَيْره ﴿فَقَدْ حَرَّمَ اللَّه عَلَيْهِ الْجَنَّة﴾ مَنَعَهُ أَنْ يَدْخُلهَا ﴿وَمَأْوَاهُ النَّار وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ﴾ زَائِدَة ﴿أَنْصَار﴾ يَمْنَعُونَهُمْ مِنْ عَذَاب اللَّه ٧ -
Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata, "Sesungguhnya Allah ialah Al-Masih putra Maryam" [penjelasan yang serupa telah berlalu]. Padahal berkata [kepada mereka] Al-Masih, "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu" [karena sesungguhnya aku adalah seorang hamba dan bukan tuhan]. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah [dalam ibadah dengan selain-Nya], maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga [yakni melarangnya untuk memasukinya] dan tempatnya ialah neraka, tidak ada bagi orang-orang zalim itu seorang [kata 'min' di sini adalah tambahan] penolong pun [yang dapat mencegah mereka dari azab Allah].