﴿وَمَا﴾ بِمَعْنَى مَنْ أَوْ مَصْدَرِيَّة ﴿خَلَقَ الذَّكَر وَالْأُنْثَى﴾ آدَم وَحَوَّاء وَكُلّ ذَكَر وَكُلّ أُنْثَى وَالْخُنْثَى الْمُشْكِل عِنْدنَا ذَكَر أَوْ أُنْثَى عِنْد اللَّه تَعَالَى فَيَحْنَث بِتَكْلِيمِهِ مَنْ حَلَفَ لَا يُكَلِّم ذَكَرًا وَلَا أُنْثَى
[Dan demi apa] kata 'maa' di sini bermakna 'man' (pencipta) atau 'masdariyyah' (penciptaan), [yang menciptakan laki-laki dan perempuan,] yaitu Adam dan Hawa serta setiap laki-laki dan setiap perempuan. Sedangkan khuntsa musykil (hermafrodit yang belum jelas statusnya) menurut kita adalah laki-laki atau perempuan di sisi Allah Ta'ala, sehingga orang yang bersumpah tidak akan berbicara kepada laki-laki dan perempuan akan melanggar sumpahnya jika berbicara dengannya.