Tafsir Al-Jalalayn
MUKADDIMAH
= ٩٧ سورة القدر بسم الله الرحمن الرحيم
= 97 Surah Al-Qadr [Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang] Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
﴿إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ﴾ أَيْ الْقُرْآن جُمْلَة وَاحِدَة مِنْ اللَّوْح الْمَحْفُوظ إلَى السَّمَاء الدُّنْيَا ﴿فِي لَيْلَة الْقَدْر﴾ أَيْ الشَّرَف الْعَظِيم
Sesungguhnya Kami telah menurunkannya [yaitu Al-Qur'an sekaligus secara utuh dari Lauhulmahfuz ke langit dunia] pada malam kemuliaan (Al-Qadr).
﴿وَمَا أَدْرَاك﴾ أَعْلَمَك يَا مُحَمَّد ﴿مَا لَيْلَة الْقَدْر﴾ تَعْظِيم لِشَأْنِهَا وَتَعْجِيب مِنْهُ
Dan tahukah kamu [apakah yang memberitahumu, wahai Muhammad] apakah malam kemuliaan itu? [sebagai pengagungan terhadap kedudukannya dan kekaguman terhadapnya].
﴿لَيْلَة الْقَدْر خَيْر مِنْ أَلْف شَهْر﴾ لَيْسَ فِيهَا لَيْلَة الْقَدْر فَالْعَمَل الصَّالِح فِيهَا خَيْر مِنْهُ فِي أَلْف شَهْر لَيْسَتْ فِيهَا
Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan [yang tidak ada Lailatulqadar di dalamnya. Maka amal saleh yang dilakukan pada malam itu lebih baik daripada amal saleh di seribu bulan yang tidak ada Lailatulqadar padanya].
﴿تَنَزَّل الْمَلَائِكَة﴾ بِحَذْفِ إِحْدَى التَّاءَيْنِ مِنْ الْأَصْل ﴿وَالرُّوح﴾ أَيْ جِبْرِيل ﴿فِيهَا﴾ فِي اللَّيْلَة ﴿بِإِذْنِ رَبّهمْ﴾ بِأَمْرِهِ ﴿مِنْ كُلّ أَمْر﴾ قَضَاهُ اللَّه فِيهَا لِتِلْكَ السَّنَة إِلَى قَابِل وَمِنْ سَبَبِيَّة بمعنى الباء
Pada malam itu turun malaikat-malaikat [dengan membuang salah satu huruf ta dari bentuk asalnya (tatanazzalu),] dan Ruh [yaitu Jibril,] di dalamnya [pada malam tersebut] dengan izin Tuhan mereka [dengan perintah-Nya,] untuk mengatur segala urusan [yang telah ditetapkan oleh Allah pada malam itu untuk tahun tersebut hingga tahun berikutnya; dan huruf *min* di sini berfungsi sebagai sababiyah yang bermakna *bi* (dengan/sebab)].
﴿سَلَام هِيَ﴾ خَبَر مُقَدَّم وَمُبْتَدَأ ﴿حَتَّى مَطْلَع الْفَجْر﴾ بِفَتْحِ اللَّام وَكَسْرهَا إِلَى وَقْت طُلُوعه جُعِلَتْ سَلَامًا لِكَثْرَةِ السَّلَام فِيهَا مِنْ الْمَلَائِكَة لا تَمُرّ بِمُؤْمِنٍ وَلَا بِمُؤْمِنَةٍ إِلَّا سَلَّمَتْ عَلَيْهِ
"Sejahtera (malam itu) [merupakan khabar muqaddam dan mubtada'] sampai terbit fajar [dengan membaca fathah pada huruf lam (mathla') atau kasrah (mathli'), yaitu sampai waktu terbitnya fajar. Malam itu dijadikan sebagai kesejahteraan karena banyaknya salam di dalamnya dari para malaikat; tidaklah mereka melewati seorang mukmin laki-laki maupun perempuan melainkan mereka mengucapkan salam kepadanya.