Tafsir Al-Jalalayn
﴿و﴾ اُذْكُرْ ﴿يَوْم نَحْشُرهُمْ﴾ أَيْ الْخَلْق ﴿جَمِيعًا ثُمَّ نَقُول لِلَّذِينَ أَشْرَكُوا مَكَانكُمْ﴾ نُصِبَ بِأُلْزِمُوا مُقَدَّرًا ﴿أَنْتُمْ﴾ تَأْكِيد لِلضَّمِيرِ الْمُسْتَتِر فِي الْفِعْل الْمُقَدَّر لِيَعْطِف عَلَيْهِ ﴿وَشُرَكَاؤُكُمْ﴾ أَيْ الْأَصْنَام ﴿فَزَيَّلْنَا﴾ مَيَّزْنَا ﴿بَيْنهمْ﴾ وَبَيْن الْمُؤْمِنِينَ كَمَا فِي آيَة ﴿وَامْتَازُوا الْيَوْم أَيّهَا الْمُجْرِمُونَ﴾ ﴿وَقَالَ﴾ لَهُمْ ﴿شُرَكَاؤُهُمْ مَا كُنْتُمْ إيَّانَا تَعْبُدُونَ﴾ مَا نَافِيَة وَقَدَّمَ المفعول للمفاصلة ٢ -
Dan [ingatlah] hari [ketika Kami mengumpulkan mereka] yakni seluruh makhluk [semuanya, kemudian Kami berkata kepada orang-orang yang mempersekutukan (Allah), "Tetaplah di tempat kalian!"] lafal *makānakum* dinashabkan oleh fi'il takdir *ulzimū* (tetaplah kalian) [kalian] sebagai penegas bagi dhamir yang tersembunyi dalam fi'il takdir tersebut agar dapat diathafkan kepadanya [dan sekutu-sekutu kalian,"] yaitu berhala-berhala. [Lalu Kami pisahkan] Kami bedakan [di antara mereka] dan orang-orang mukmin, sebagaimana dalam ayat: "Dan terpisahlah kamu hari ini, hai orang-orang yang berbuat jahat" [dan berkata] kepada mereka [sekutu-sekutu mereka, "Kamu sekali-kali tidak pernah menyembah kami."] lafal *mā* adalah nafiah (penyangkal), dan didahulukannya maf'ul (objek) adalah untuk pemisahan.