Tafsir Al-Jalalayn
﴿وَيَوْم يَحْشُرهُمْ كَأَنْ﴾ أَيْ كَأَنَّهُمْ ﴿لَمْ يَلْبَثُوا﴾ فِي الدُّنْيَا أَوْ الْقُبُور ﴿إلَّا سَاعَة مِنْ النَّهَار﴾ لِهَوْلِ مَا رَأَوْا وَجُمْلَة التَّشْبِيه حَال مِنْ الضَّمِير ﴿يَتَعَارَفُونَ بَيْنهمْ﴾ يَعْرِف بَعْضهمْ بَعْضًا إذَا بُعِثُوا ثُمَّ يَنْقَطِع التَّعَارُف لِشِدَّةِ الْأَهْوَال وَالْجُمْلَة حَال مُقَدَّرَة أَوْ مُتَعَلِّق الظَّرْف ﴿قَدْ خَسِرَ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِلِقَاءِ اللَّه﴾ بِالْبَعْثِ ﴿وما كانوا مهتدين ٤ -
Dan [ingatlah] pada hari [ketika Allah] mengumpulkan mereka, [seolah-olah] yakni seakan-akan mereka [tidak pernah berdiam] di dunia atau di dalam kubur [melainkan hanya sesaat saja pada siang hari], karena dahsyatnya apa yang mereka lihat, dan jumlah penyerupaan (*tasybih*) ini menjadi *hal* dari dhamir; [mereka saling mengenal di antara mereka] sebagian mereka mengenali sebagian lainnya ketika dibangkitkan, kemudian terputuslah saling kenal itu karena sangat dahsyatnya kerepotan hari itu, dan jumlah (*yata'arafuna*) menjadi *hal muqaddarah* atau berkaitan dengan *zharf*. [Sungguh telah rugi orang-orang yang mendustakan pertemuan dengan Allah] yakni kebangkitan [dan mereka tidak mendapat petunjuk]. 4 -