﴿وَتَحْمِل أَثْقَالكُمْ﴾ أَحْمَالكُمْ ﴿إلَى بَلَد لَمْ تَكُونُوا بَالِغِيهِ﴾ وَاصِلِينَ إلَيْهِ عَلَى غَيْر الْإِبِل ﴿إلَّا بِشِقِّ الْأَنْفُس﴾ بِجَهْدِهَا ﴿إنَّ رَبّكُمْ لَرَءُوف رَحِيم﴾ بِكُمْ حَيْثُ خَلَقَهَا لَكُمْ ﴿وَ﴾ خَلَقَ ﴿الْخَيْل وَالْبِغَال وَالْحَمِير لِتَرْكَبُوهَا وَزِينَة﴾ مَفْعُول لَهُ وَالتَّعْلِيل بِهِمَا بِتَعْرِيفِ النَّعَم لَا يُنَافِي خَلْقهَا لِغَيْرِ ذَلِكَ كَالْأَكْلِ فِي الْخَيْل الثَّابِت بِحَدِيثِ الصَّحِيحَيْنِ ﴿وَيَخْلُق مَا لَا تَعْلَمُونَ﴾ مِنْ الْأَشْيَاء الْعَجِيبَة الْغَرِيبَة
Dan ia memikul beban-bebanmu [muatan-muatan beratmu] ke suatu negeri yang kamu tidak sanggup sampainya [sampai kepadanya tanpa menggunakan unta] kecuali dengan kesukaran yang sangat [dengan kesusahan payah dari jiwa]. Sungguh, Tuhanmu benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang [kepada kalian, di mana Dia menciptakan unta-unta itu untuk kalian]. Dan [Dia telah menciptakan] kuda, bagal, dan keledai, agar kamu menungganginya dan menjadikannya perhiasan [lafaz *zinatan* berkedudukan sebagai maf'ul lah (objek alasan), dan penyebutan alasan dengan keduanya dalam rangka memperkenalkan nikmat tidaklah menafikan penciptaannya untuk tujuan lain, seperti untuk dimakan pada kuda, sebagaimana yang ditetapkan dalam hadis Bukhari dan Muslim], dan Dia menciptakan apa yang tidak kamu ketahui [berupa hal-hal yang menakjubkan lagi asing].