Tafsir Al-Jalalayn
﴿وَضَرَبَ اللَّه مَثَلًا﴾ وَيُبْدَل مِنْهُ ﴿رَجُلَيْنِ أَحَدهمَا أَبْكَم﴾ وُلِدَ أَخْرَس ﴿لَا يَقْدِر عَلَى شَيْء﴾ لِأَنَّهُ لَا يَفْهَم وَلَا يُفْهِم ﴿وَهُوَ كَلٌّ﴾ ثَقِيل ﴿عَلَى مَوْلَاهُ﴾ وَلِيّ أَمْره ﴿أَيْنَمَا يُوَجِّههُ﴾ يَصْرِفهُ ﴿لَا يَأْتِ﴾ مِنْهُ ﴿بِخَيْرٍ﴾ يَنْجَح وَهَذَا مَثَل الْكَافِر ﴿هَلْ يَسْتَوِي هُوَ﴾ أَيْ الْأَبْكَم الْمَذْكُور ﴿وَمَنْ يَأْمُر بِالْعَدْلِ﴾ أَيْ وَمَنْ هُوَ نَاطِق نَافِع لِلنَّاسِ حَيْثُ يَأْمُر بِهِ وَيَحُثّ عَلَيْهِ ﴿وَهُوَ عَلَى صِرَاط﴾ طَرِيق ﴿مُسْتَقِيم﴾ وَهُوَ الثَّانِي الْمُؤْمِن لَا وَقِيلَ هَذَا مَثَل اللَّهِ وَالْأَبْكَمُ لِلْأَصْنَامِ وَاَلَّذِي قَبْله مَثَل الْكَافِر وَالْمُؤْمِن ٧ -
Dan Allah membuat perumpamaan [di mana kata berikut menjadi badal darinya]: dua orang laki-laki, salah seorang di antaranya bisu [dilahirkan dalam keadaan tunawicara], tidak dapat berbuat sesuatu pun [karena ia tidak memahami dan tidak dapat membuat orang lain paham], dan dia menjadi beban [yang berat] atas penanggungnya [yaitu pengurus urusannya]; ke mana saja dia disuruh [diarahkan], dia tidak dapat mendatangkan [darinya] suatu kebaikan pun [yang berhasil. Ini adalah perumpamaan bagi orang kafir]. Samakah dia [yaitu orang bisu yang disebutkan tadi] dengan orang yang menyuruh berbuat keadilan [yakni orang yang dapat berbicara dan memberi manfaat kepada manusia dengan menyuruh dan mendorong kepada keadilan], dan dia berada di atas jalan [lintasan] yang lurus? [Orang kedua ini adalah orang mukmin. Jawabannya: Tidak sama. Dan dikatakan pula bahwa ini adalah perumpamaan bagi Allah, sedangkan orang yang bisu adalah perumpamaan bagi berhala-berhala, dan perumpamaan sebelumnya adalah bagi orang kafir dan orang mukmin]. 7 -