๏ดฟููููุงูููู๏ดพ ุฃููู ููููู
ุงููููููุงู
ูุฉ ๏ดฟุงููููููุงููุฉ๏ดพ ุจูููุชูุญู ุงููููุงู ุงููููุตูุฑูุฉ ููุจูููุณูุฑูููุง ุงููู
ูููู ๏ดฟููููููู ุงููุญููู๏ดพ ุจูุงูุฑููููุนู ุตูููุฉ ุงููููููุงููุฉ ููุจูุงููุฌูุฑูู ุตูููุฉ ุงููุฌูููุงููุฉ ๏ดฟูููู ุฎูููุฑ ุซูููุงุจูุง๏ดพ ู
ููู ุซูููุงุจ ุบูููุฑู ูููู ููุงูู ููุซููุจ ๏ดฟููุฎูููุฑ ุนูููุจูุง๏ดพ ุจูุถูู
ูู ุงููููุงู ููุณูููููููุง ุนูุงููุจูุฉ ููููู
ูุคูู
ูููููู ููููุตูุจูู
ูุง ุนูู ุงูุชู
ููุฒ
ูค -
Di sana [yakni pada hari kiamat], pertolongan [dengan membaca fathah pada huruf wawu (al-walฤyah) berarti pertolongan, dan dengan kasrah (al-wilฤyah) berarti kekuasaan] hanya bagi Allah Yang Nyata [dengan dibaca rafa' (al-haqqu) sebagai sifat bagi al-walฤyah, dan dengan dibaca jar (al-haqqi) sebagai sifat bagi lafaz jalalah (Allah)]. Dia adalah sebaik-baik pemberi pahala [dibandingkan pahala dari selain-Nya, andai ada yang bisa memberi pahala] dan sebaik-baik pemberi kesudahan [dengan dammah pada huruf qaf atau sukun, yang berarti kesudahan yang baik bagi orang-orang mukmin; dan kedudukan kedua kata tersebut dinasabkan sebagai tamyiz].