﴿وَتِلْكَ الْقُرَى﴾ أَيْ أَهْلهَا كَعَادٍ وَثَمُود وَغَيْرهمَا ﴿أَهْلَكْنَاهُمْ لَمَّا ظَلَمُوا﴾ كَفَرُوا ﴿وَجَعَلْنَا لِمَهْلِكِهِمْ﴾ لِإِهْلَاكِهِمْ وفي قراء ة بفتح الميم أي لهلاكهم ﴿موعدا﴾
٦ - ﴿و﴾ اذكر ﴿إذ قال موسى﴾ هو بن عِمْرَانَ ﴿لِفَتَاهُ﴾ يُوشَع بْن نُون كَانَ يَتْبَعهُ وَيَخْدُمهُ وَيَأْخُذ عَنْهُ الْعِلْم ﴿لَا أَبْرَح﴾ لَا أَزَال أَسِير ﴿حَتَّى أَبْلُغ مَجْمَع الْبَحْرَيْنِ﴾ مُلْتَقَى بَحْر الرُّوم وَبَحْر فَارِس مِمَّا يَلِي الْمَشْرِق أَيْ الْمَكَان الْجَامِع لِذَلِكَ ﴿أَوْ أَمْضِي حُقُبًا﴾ دَهْرًا طَوِيلًا فِي بُلُوغه إنْ بَعُدَ
٦ -
Dan [penduduk] negeri-negeri itu [seperti kaum 'Ad, Tsamud, dan selain keduanya] telah Kami binasakan ketika mereka berbuat zalim [maksudnya kafir], dan telah Kami tetapkan bagi kebinasaan mereka [yakni penghancuran mereka; dan dalam satu qiraat dibaca dengan memfathahkan mim (li-mahlikihim), yakni bagi kebinasaan mereka] waktu tertentu. [Dan] ingatlah [ketika Musa] -ia adalah putra 'Imran- [berkata kepada pembantunya] -yaitu Yusha' bin Nun yang selalu mengikutinya, melayaninya, dan menimba ilmu darinya-, ["Aku tidak akan berhenti"] aku akan terus berjalan ["sampai aku bertemu pada pertemuan dua buah laut"] tempat bertemunya Laut Romawi dan Laut Persia di sebelah timur, yaitu tempat yang mengumpulkan keduanya, ["atau aku akan berjalan sampai waktu yang lama."] masa yang sangat panjang untuk mencapainya jika tempat itu jauh.
6 -