﴿فَانْطَلَقَا﴾ يَمْشِيَانِ عَلَى سَاحِل الْبَحْر ﴿حَتَّى إذَا رَكِبَا فِي السَّفِينَة﴾ الَّتِي مَرَّتْ بِهِمَا ﴿خَرَقَهَا﴾ الْخَضِر بِأَنْ اقْتَلَعَ لَوْحًا أَوْ لَوْحَيْنِ مِنْهَا مِنْ جِهَة الْبَحْر بِفَأْسٍ لَمَّا بَلَغَتْ اللُّجَج ﴿قَالَ﴾ لَهُ مُوسَى ﴿أَخَرَقْتهَا لِتُغْرِق أَهْلهَا﴾ وَفِي قِرَاءَة بِفَتْحِ التَّحْتَانِيَّة وَالرَّاء وَرَفْع أَهْلهَا ﴿لَقَدْ جِئْت شَيْئًا إمْرًا﴾ أَيْ عَظِيمًا مُنْكَرًا رُوِيَ أن الماء لم يدخلها
٧ -
Maka berjalanlah keduanya [berjalan di tepi pantai] hingga apabila keduanya menaiki perahu [yang melintas di hadapan keduanya], Khidir melubanginya [Khidir melubanginya dengan mencopot satu atau dua papan perahu tersebut dari arah laut dengan menggunakan kapak ketika perahu sampai di tengah lautan yang dalam]. Musa berkata [kepadanya], "Apakah kamu melubanginya untuk tenggelamkan penumpangnya?" [Dalam satu qiraat dibaca 'li-yaghriqa ahlihaa' dengan fathah pada ya dan ra serta rafa' pada ahlihaa (sehingga tenggelam penumpangnya)]. "Sungguh kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar" [maksudnya hal yang sangat besar dan mungkar. Diriwayatkan bahwa air laut tidak masuk ke dalam perahu tersebut].
7 -