﴿أَمَّا السَّفِينَة فَكَانَتْ لِمَسَاكِينَ﴾ عَشَرَة ﴿يَعْمَلُونَ فِي الْبَحْر﴾ بِهَا مُؤَاجَرَة لَهَا طَلَبًا لِلْكَسْبِ ﴿فَأَرَدْت أَنْ أَعِيبهَا وَكَانَ وَرَاءَهُمْ﴾ إذَا رَجَعُوا أَوْ أَمَامهمْ الْآن ﴿مَلِك﴾ كَافِر ﴿يَأْخُذ كُلّ سَفِينَة﴾ صالحة ﴿غضبا﴾ نَصْبه عَلَى الْمَصْدَر الْمُبَيِّن لِنَوْعِ الْأَخْذ
٨ -
Adapun bahtera itu adalah milik orang-orang miskin [yang berjumlah sepuluh orang] yang bekerja di laut [dengan menyewakan perahu itu untuk mencari penghidupan], maka aku bertujuan merusakkannya, karena di hadapan mereka [apabila mereka kembali, atau di depan mereka sekarang] ada seorang raja [yang kafir] yang merampas setiap bahtera [yang masih baik] secara paksa [*ghashban*, kedudukannya *nashab* sebagai masdar yang menjelaskan jenis perampasan].