Tafsir Al-Jalalayn
﴿أم﴾ بل أ ﴿تُرِيدُونَ أَنْ تَسْأَلُوا رَسُولكُمْ كَمَا سُئِلَ مُوسَى﴾ أَيْ سَأَلَهُ قَوْمه ﴿مِنْ قَبْل﴾ مِنْ قَوْلهمْ أَرِنَا اللَّه جَهْرَة وَغَيْر ذَلِكَ ﴿وَمَنْ يَتَبَدَّل الْكُفْر بِالْإِيمَانِ﴾ أَيْ يَأْخُذهُ بَدَله بِتَرْكِ النَّظَر فِي الْآيَات وَاقْتِرَاح غَيْرهَا ﴿فَقَدْ ضَلَّ سَوَاء السَّبِيل﴾ أَخْطَأَ الطَّرِيق الْحَقّ وَالسَّوَاء فِي الْأَصْل الوسط ١٠ -
Ataukah [bahkan apakah] kamu hendak meminta kepada Rasulmu seperti halnya Musa diminta [oleh kaumnya] dahulu [seperti perkataan mereka, "Perlihatkanlah Allah kepada kami secara nyata" dan sebagainya]? Dan barang siapa mengganti iman dengan kekafiran [yakni mengambil kekafiran sebagai ganti iman dengan cara meninggalkan perenungan terhadap ayat-ayat dan menuntut mukjizat lainnya], maka sungguh orang itu telah tersesat dari jalan yang lurus [tersesat dari jalan yang benar, dan kata 'as-sawaa'' pada asalnya berarti pertengahan/lurus].