Tafsir Al-Jalalayn
﴿وَدَّ كَثِير مِنْ أَهْل الْكِتَاب لَوْ﴾ مَصْدَرِيَّة ﴿يَرُدُّونَكُمْ مِنْ بَعْد إيمَانكُمْ كُفَّارًا حَسَدًا﴾ مَفْعُول لَهُ كَائِنًا ﴿مِنْ عِنْد أَنْفُسهمْ﴾ أَيْ حَمَلَتْهُمْ عَلَيْهِ أَنْفُسهمْ الْخَبِيثَة ﴿مِنْ بَعْد مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ﴾ فِي التَّوْرَاة ﴿الْحَقّ﴾ فِي شَأْن النَّبِيّ ﴿فَاعْفُوا﴾ عَنْهُمْ أَيْ اُتْرُكُوهُمْ ﴿وَاصْفَحُوا﴾ أَعْرِضُوا فَلَا تُجَازُوهُمْ ﴿حَتَّى يَأْتِي اللَّه بِأَمْرِهِ﴾ فِيهِمْ مِنْ الْقِتَال ﴿إن الله على كل شيء قدير﴾ ١١ -
Sebagian besar Ahli Kitab menginginkan agar [huruf "law" di sini bermakna masdariyah] mereka dapat mengembalikan kamu setelah kamu beriman, menjadi kafir kembali, karena rasa dengki [sebagai maf'ul lah yang bersumber] dari diri mereka sendiri [yakni jiwa mereka yang buruklah yang mendorong mereka untuk melakukan hal itu], setelah nyata bagi mereka [di dalam Taurat] kebenaran [mengenai perihal Nabi]. Maka maafkanlah [mereka, yakni biarkanlah mereka] dan berlapang dadalah [berpalinglah dan janganlah membalas mereka] sampai Allah mendatangkan perintah-Nya [mengenai mereka, yaitu berupa perintah perang]. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.