﴿زُيِّنَ لِلَّذِينَ كَفَرُوا﴾ مِنْ أَهْل مَكَّة ﴿الْحَيَاة الدُّنْيَا﴾ بِالتَّمْوِيهِ فَأَحَبُّوهَا ﴿و﴾ هُمْ ﴿يَسْخَرُونَ مِنْ الَّذِينَ آمَنُوا﴾ لِفَقْرِهِمْ كَبِلَالٍ وَعَمَّار وَصُهَيْب أَيْ يستهزؤون بِهِمْ وَيَتَعَالَوْنَ عَلَيْهِمْ بِالْمَالِ ﴿وَاَلَّذِينَ اتَّقَوْا﴾ الشِّرْك وَهُمْ هَؤُلَاءِ ﴿فَوْقهمْ يَوْم الْقِيَامَة وَاَللَّه يَرْزُق مَنْ يَشَاء بِغَيْرِ حِسَاب﴾ أَيْ رِزْقًا وَاسِعًا فِي الْآخِرَة أَوْ الدُّنْيَا بِأَنْ يَمْلِك الْمَسْخُور مِنْهُمْ أَمْوَال السَّاخِرِينَ وَرِقَابهمْ
٢١ -
Kehidupan dunia dijadikan terasa indah bagi orang-orang kafir [dari kalangan penduduk Makkah] [dengan tipu daya sehingga mereka mencintainya], dan [mereka] memandang hina orang-orang yang beriman [karena kemiskinan mereka, seperti Bilal, Ammar, dan Suhaib; maksudnya mereka mengolok-olok mereka dan merasa lebih tinggi di atas mereka karena harta], padahal orang-orang yang bertakwa [dari kesyirikan, yaitu mereka ini] berada di atas mereka pada hari Kiamat. Dan Allah memberi rezeki kepada orang yang Dia kehendaki tanpa batas [yakni rezeki yang luas di akhirat, atau di dunia dengan cara menjadikan orang-orang yang dihina itu menguasai harta dan diri orang-orang yang menghina].