﴿يَأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَدْخُلُوا بُيُوتًا غَيْر بُيُوتكُمْ حَتَّى تَسْتَأْنِسُوا﴾ أَيْ تَسْتَأْذِنُوا ﴿وَتُسَلِّمُوا عَلَى أَهْلهَا﴾ فَيَقُول الْوَاحِد السَّلَام عَلَيْكُمْ أَأَدْخُلُ كَمَا وَرَدَ فِي حَدِيث ﴿ذَلِكُمْ خَيْر لَكُمْ﴾ مِنْ الدُّخُول بِغَيْرِ اسْتِئْذَان ﴿لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ﴾ بِإِدْغَامِ التَّاء الثَّانِيَة فِي الذَّال خَيْرِيَّته فَتَعْمَلُونَ بِهِ
٢ -
Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin [yakni meminta izin] dan memberi salam kepada penghuninya [sehingga seseorang mengucapkan, "Assalamu 'alaikum, bolehkah aku masuk?" sebagaimana disebutkan dalam hadis]. Yang demikian itu lebih baik bagimu [daripada masuk tanpa meminta izin], agar kamu ingat [dengan mengidgamkan Ta kedua ke dalam Zal, yaitu mengingat kebaikannya lalu kamu mengamalkannya].