﴿وَاَلَّذِينَ كَفَرُوا أَعْمَالهمْ كَسَرَابٍ بِقِيعَةٍ﴾ جَمْع قَاع أَيْ فِي فَلَاة وَهُوَ شُعَاع يُرَى فِيهَا نِصْف النَّهَار فِي شِدَّة الْحَرّ يُشْبِه الْمَاء الْجَارِيَ ﴿يَحْسَبهُ﴾ يَظُنّهُ ﴿الظَّمْآن﴾ أَيْ الْعَطْشَان ﴿مَاء حَتَّى إذَا جَاءَهُ لَمْ يَجِدهُ شَيْئًا﴾ مِمَّا حَسِبَهُ كَذَلِكَ الْكَافِر يَحْسَب أَنَّ عَمَله كَصِدْقِهِ يَنْفَعهُ حَتَّى إذَا مَاتَ وَقَدِمَ عَلَى رَبّه لَمْ يَجِد عَمَله أَيْ لَمْ يَنْفَعهُ ﴿وَوَجَدَ اللَّه عِنْده﴾ أَيْ عِنْد عَمَله ﴿فَوَفَّاهُ حِسَابه﴾ أَيْ جَازَاهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا ﴿وَاَللَّه سَرِيع الْحِسَاب﴾ أَيْ الْمُجَازَاة
٤ -
Dan orang-orang yang kafir, amal-amal mereka adalah seperti fatamorgana di tanah yang datar [bentuk jamak dari 'qā`', yakni di padang sahara, yaitu pancaran sinar yang terlihat pada tengah hari saat panas terik menyerupai air mengalir], yang disangka [diduga] oleh orang yang dahaga [orang yang haus] sebagai air, sampai apabila dia mendatangi fatamorgana itu dia tidak mendapatinya sesuatu pun [dari apa yang disangkanya. Demikian pula orang kafir, dia menyangka bahwa amalnya seperti sedekahnya akan bermanfaat baginya, hingga apabila dia mati dan menghadap Rabbnya, dia tidak mendapati amalnya, yakni tidak memberi manfaat kepadanya]. Dan dia mendapati [ancaman] Allah di sisinya [yakni di sisi amalnya], lalu Allah menyempurnakan darinya perhitungannya [yakni membalas amalnya itu di dunia]. Dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya [yakni pembalasannya].