﴿قَالَ الَّذِينَ حَقَّ عَلَيْهِمْ الْقَوْل﴾ بِدُخُولِ النَّار وهم رؤساء الضلالة ﴿ربنا هؤلاء أغوينا﴾ هم مُبْتَدَأ وَصِفَة ﴿أَغْوَيْنَاهُمْ﴾ خَبَره فَغَوَوْا ﴿كَمَا غَوَيْنَا﴾ لم نكرههم على الغي ﴿تَبَرَّأْنَا إلَيْك﴾ مِنْهُمْ ﴿مَا كَانُوا إيَّانَا يَعْبُدُونَ﴾
مَا نَافِيَة وَقَدَّمَ الْمَفْعُول لِلْفَاصِلَةِ
٦ -
Berkatalah orang-orang yang telah tetap hukuman atas mereka [untuk masuk neraka, yaitu para pemuka kesesatan], "Ya Tuhan kami, mereka inilah [kata 'mereka' sebagai mubtada dan sifat] yang telah kami sesatkan [sebagai khabar-nya, lalu mereka pun sesat]; kami telah menyesatkan mereka sebagaimana kami sendiri sesat [kami tidak memaksa mereka untuk sesat]. Kami menyatakan lepas hubungan [kepada-Mu] dari mereka; bukan kami yang dahulu mereka sembah" [kata 'ma' di sini adalah nafi/negasi, dan maf'ul/objek didahulukan demi menjaga keselarasan akhir ayat/fashilah]. [6]