﴿إنَّ الَّذِي فَرَضَ عَلَيْك الْقُرْآن﴾ أَنْزَلَهُ ﴿لَرَادّك إلَى مَعَاد﴾ إلَى مَكَّة وَكَانَ قَدْ اشْتَاقَهَا ﴿قُلْ رَبِّي أَعْلَم مَنْ جَاءَ بِالْهُدَى وَمَنْ هُوَ فِي ضَلَال مُبِين﴾ نَزَلَ جَوَابًا لِقَوْلِ كُفَّار مَكَّة لَهُ إنَّك فِي ضَلَال أَيْ فَهُوَ الْجَائِي بِالْهُدَى وَهُمْ فِي ضَلَال وَأَعْلَم بمعنى عالم
٨ -
[Sesungguhnya (Allah) yang mewajibkan atasmu Al-Qur'an,] menurunkannya [benar-benar akan mengembalikanmu ke tempat kembali.] ke Mekah, dan Nabi sungguh telah merindukannya. [Katakanlah, "Tuhanku lebih mengetahui siapa yang membawa petunjuk dan siapa yang berada dalam kesesatan yang nyata."] Ayat ini turun sebagai jawaban atas perkataan orang-orang kafir Mekah kepadanya, "Sesungguhnya kamu berada dalam kesesatan." Maksudnya, Beliau-lah yang membawa petunjuk dan mereka berada dalam kesesatan, dan kata *a'lamu* di sini bermakna *'alim* (Maha Mengetahui).