Tafsir Al-Jalalayn
﴿هُنَالِكَ﴾ أَيْ لَمَّا رَأَى زَكَرِيَّا ذَلِكَ وَعَلِمَ أَنَّ الْقَادِر عَلَى الْإِتْيَان بِالشَّيْءِ فِي غَيْر حِينه قَادِر عَلَى الْإِتْيَان بِالْوَلَدِ عَلَى الْكِبَر وَكَانَ أَهْل بَيْته انْقَرَضُوا ﴿دَعَا زَكَرِيَّا رَبّه﴾ لَمَّا دَخَلَ الْمِحْرَاب لِلصَّلَاةِ جَوْف اللَّيْل ﴿قَالَ رَبّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْك﴾ مِنْ عِنْدك ﴿ذُرِّيَّة طَيِّبَة﴾ وَلَدًا صَالِحًا ﴿إنَّك سَمِيع﴾ مُجِيب ﴿الدعاء﴾ ٣ - ﴿فَنَادَتْهُ الْمَلَائِكَة﴾ أَيْ جِبْرِيل ﴿وَهُوَ قَائِم يُصَلِّي فِي الْمِحْرَاب﴾ أَيْ الْمَسْجِد ﴿أَنَّ﴾ أَيْ بِأَنَّ وفي قراءة بالكسر بتقديره الْقَوْل ﴿اللَّه يُبَشِّرك﴾ مُثَقَّلًا وَمُخَفَّفًا ﴿بِيَحْيَى مُصَدِّقًا بِكَلِمَةٍ﴾ كَائِنَة ﴿مِنْ اللَّه﴾ أَيْ بِعِيسَى أَنَّهُ رُوح اللَّه وَسُمِّيَ كَلِمَة لِأَنَّهُ خُلِقَ بِكَلِمَةِ كُنْ ﴿وَسَيِّدًا﴾ مَتْبُوعًا ﴿وَحَصُورًا﴾ مَمْنُوعًا مِنْ النِّسَاء ﴿وَنَبِيًّا مِنْ الصَّالِحِينَ﴾ رُوِيَ أَنَّهُ لَمْ يَعْمَل خَطِيئَة وَلَمْ يَهِمّ بِهَا ٤ -
Di sanalah [maksudnya ketika Zakaria melihat hal itu dan mengetahui bahwa Dzat yang Mahakuasa mendatangkan sesuatu bukan pada waktunya juga Mahakuasa untuk mendatangkan seorang anak pada usia lanjut, padahal anggota keluarganya telah habis punah,] Zakaria berdoa kepada Tuhannya [ketika ia masuk ke mihrab untuk salat di tengah malam]. Ia berkata, "Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi-Mu [dari hadirat-Mu] keturunan yang baik [seorang anak yang saleh]. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar [lagi Maha Mengabulkan] doa." 3 - "Kemudian Malaikat" [yakni Jibril] "memanggilnya, sedang ia berdiri melakukan salat di mihrab" [yakni masjid, bahwasanya] [maksudnya: dengan bahwasanya, dan dalam satu qiraat dibaca kasrah 'inna' dengan mengira-ngirakan adanya kata al-qaul] "Allah menyampaikan kabar gembira kepadamu" [dibaca dengan tasydid (yubasy-syiruka) dan tanpa tasydid (yubsyiruka)] "dengan lahirnya Yahya, yang membenarkan sebuah kalimat" [yang berasal] "dari Allah" [yakni membenarkan Isa bahwa dia adalah roh ciptaan Allah, dan Isa dinamai 'kalimat' karena dia diciptakan dengan kalimat 'kun'], "dan seorang panutan" [yang diikuti], "tahan hawa nafsu" [terpelihara dari wanita], "serta seorang nabi di antara orang-orang yang saleh" [diriwayatkan bahwa beliau tidak pernah melakukan perbuatan dosa dan tidak pernah berniat melakukannya].