وَنَزَلَ لَمَّا قَالُوا قِبْلَتنَا قَبْل قِبْلَتكُمْ ﴿إنَّ أَوَّل بَيْت وُضِعَ﴾ مُتَعَبَّدًا ﴿لِلنَّاسِ﴾ فِي الْأَرْض ﴿لَلَّذِي بِبَكَّةَ﴾ بِالْبَاءِ لُغَة فِي مَكَّة سُمِّيَتْ بِذَلِكَ لِأَنَّهَا تَبُكّ أَعْنَاق الْجَبَابِرَة أَيْ تَدُقّهَا بَنَاهُ الْمَلَائِكَة قَبْل خَلْق آدَم وَوُضِعَ بَعْده الْأَقْصَى وَبَيْنهمَا أَرْبَعُونَ سَنَة كَمَا فِي حَدِيث الصَّحِيحَيْنِ وَفِي حَدِيث أَنَّهُ أَوَّل مَا ظَهَرَ عَلَى وَجْه الْمَاء عِنْد خَلْق السَّمَاوَات وَالْأَرْض زُبْدَة بَيْضَاء فَدُحِيَتْ الْأَرْض مِنْ تَحْته ﴿مُبَارَكًا﴾ حَال مِنْ الَّذِي أَيْ ذَا بَرَكَة ﴿وَهُدًى لِلْعَالَمِينَ﴾ لِأَنَّهُ قِبْلَتهمْ
٩ -
Dan ayat ini turun ketika mereka berkata, "Kiblat kami sebelum kiblat kalian": Sungguh, rumah yang pertama dibangun [sebagai tempat beribadah] bagi manusia [di bumi] ialah [rumah] yang di Bakkah [dengan huruf 'ba' merupakan bahasa lain dari 'Makkah', dinamakan demikian karena tempat itu mematahkan leher orang-orang yang sombong/zalim. Malaikat membangunnya sebelum penciptaan Nabi Adam, dan setelah itu dibangun Masjidil Aqsha dengan selisih waktu empat puluh tahun sebagaimana disebutkan dalam hadits Shahihain (Bukhari dan Muslim). Dalam suatu hadits disebutkan bahwa ia adalah hal pertama yang muncul di atas permukaan air ketika penciptaan langit dan bumi dalam bentuk buih putih, lalu bumi dihamparkan dari bawahnya], yang diberkahi [kedudukannya sebagai hal dari kata 'alladzii', yakni mempunyai keberkahan] dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam [karena ia adalah kiblat mereka]. [9]