Tafsir Al-Jalalayn
﴿إنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَة﴾ الصَّلَوَات وَغَيْرهَا مِمَّا فِي فِعْلهَا مِنْ الثَّوَاب وَتَرْكهَا مِنْ الْعِقَاب ﴿عَلَى السَّمَاوَات وَالْأَرْض وَالْجِبَال﴾ بِأَنْ خَلَقَ فِيهِمَا فَهْمًا وَنُطْقًا ﴿فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ﴾ خِفْنَ ﴿مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْإِنْسَان﴾ آدَم بَعْد عَرْضهَا عَلَيْهِ ﴿إنَّهُ كَانَ ظَلُومًا﴾ لِنَفْسِهِ بِمَا حَمَلَهُ ﴿جَهُولًا﴾ بِهِ ٧ -
Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat [salat dan kewajiban-kewajiban lainnya yang mengandung pahala jika dikerjakan dan siksa jika ditinggalkan] kepada langit, bumi, dan gunung-gunung [dengan menciptakan pemahaman dan kemampuan berbicara pada mereka], maka semuanya enggan untuk memikulnya dan mereka khawatir [takut] darinya, lalu dipikullah amanat itu oleh manusia [Adam, setelah ditawarkan kepadanya]. Sesungguhnya manusia itu sangat zalim [terhadap dirinya sendiri lantaran memikul amanat tersebut] dan sangat bodoh [terhadap konsekuensi amanat itu]. 7 -