﴿ولا تنفع الشفاعة عنده﴾ تعالى ردا لقولهم إنَّ آلِهَتهمْ تَشْفَع عِنْده ﴿إلَّا لِمَنْ أَذِنَ﴾ بفتح الهمزة وضمها ﴿له﴾ فيها ﴿حَتَّى إذَا فُزِّعَ﴾ بِالْبِنَاءِ لِلْفَاعِلِ وَالْمَفْعُول ﴿عَنْ قُلُوبهمْ﴾ كَشَفَ عَنْهَا الْفَزْع بِالْإِذْنِ فِيهَا ﴿قَالُوا﴾ قَالَ بَعْضهمْ لِبَعْضٍ اسْتِبْشَارًا ﴿مَاذَا قَالَ رَبّكُمْ﴾ فِيهَا ﴿قَالُوا﴾ الْقَوْل ﴿الْحَقّ﴾ أَيْ قَدْ أَذِنَ فِيهَا ﴿وَهُوَ الْعَلِيّ﴾ فَوْق خَلْقه بِالْقَهْرِ ﴿الْكَبِير﴾ العظيم
٢ -
Dan tidak berguna syafaat di sisi-Nya [Maha Tinggi Allah, sebagai bantahan terhadap perkataan mereka bahwa berhala-berhala mereka dapat memberi syafaat di sisi-Nya], kecuali bagi orang yang telah diizinkan-Nya [dengan membaca fathah pada hamzah (adzina) atau dhammah (udzina)] untuknya [dalam memberikan syafaat itu], sehingga apabila telah dihilangkan ketakutan [dengan bentuk kata kerja aktif (fazza'a) atau pasif (fuzzi'a)] dari hati mereka [yaitu disingkapkan rasa takut dari hati mereka dengan adanya izin tersebut], mereka berkata [sebagian mereka berkata kepada sebagian yang lain dengan gembira], "Apakah yang telah difirmankan oleh Tuhanmu?" [mengenai syafaat itu?] Mereka menjawab [dengan perkataan] yang benar [yakni Dia telah mengizinkannya], dan Dialah Yang Maha Tinggi [di atas makhluk-Nya dengan kekuasaan-Nya], lagi Maha Besar [Maha Agung].